Fakta Nasional

INFO BNPB: Update Bencana 13 Oktober dan Penanganannya

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah bencana alam yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia sepanjang periode 12–13 Oktober 2025 (pukul 07.00 WIB). Dalam rentang waktu tersebut, beberapa daer…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Editor Editor: Redaksi 📍 Nasional Monday, 13 October 2025 📖 3 menit
INFO BNPB: Update Bencana 13 Oktober dan Penanganannya
Personil BPBD dan tim gabungan saat memadamkan 3,5 ha lahan yang terbakar di wilayah Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur pada Minggu (12/10/2025)/ Foto: BPBD Kabupaten Situbondo

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah bencana alam yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia sepanjang periode 12–13 Oktober 2025 (pukul 07.00 WIB).

Dalam rentang waktu tersebut, beberapa daerah mengalami banjir dan kebakaran lahan, dengan dampak cukup signifikan di beberapa provinsi.

Banjir Terparah di Medan, Ribuan Warga Mengungsi

Tiga peristiwa banjir tercatat di Provinsi Sumatera Utara, salah satunya di Kota Medan pada Sabtu (11/10) malam pukul 23.00 WIB. Hujan deras yang mengguyur wilayah kota menyebabkan debit air naik secara cepat dan menggenangi permukiman warga.

Akibatnya, 845 warga harus mengungsi ke tempat ibadah dan sekolah terdekat.
Banjir melanda delapan kecamatan dan 18 kelurahan, antara lain Medan Maimun, Medan Johor, Medan Petisah, Medan Polonia, Medan Labuhan, Medan Selayang, Medan Baru, dan Medan Amplas.

Menurut data BPBD Kota Medan, total 3.799 kepala keluarga (10.841 jiwa) terdampak dan 3.361 rumah terendam. Petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan telah mengevakuasi 69 warga serta mendirikan pos pengungsian.

Hingga Minggu (12/10), genangan air masih bertahan di sejumlah titik. Warga diminta tetap waspada terhadap kemungkinan kenaikan debit air susulan.

Banjir Tebing Tinggi Akibat Jebolnya Tanggul Sungai Bahilang

Di wilayah lain, banjir juga melanda Kota Tebing Tinggi setelah tanggul Sungai Bahilang di Kecamatan Syahbandar, Kabupaten Serdang Bedagai, jebol pada Minggu (12/10). Peristiwa ini menyebabkan air meluap dan merendam dua kecamatan serta empat kelurahan, antara lain Kelurahan Persiakan, Pasar Gambir, Mandailing, dan Pasar Baru.

BPBD Tebing Tinggi langsung berkoordinasi dengan BPBD Serdang Bedagai, BWSS II, serta operator Bendung Bajayu dan Sibarau untuk memantau kenaikan debit air dari hulu hingga hilir.

Sebanyak 647 kepala keluarga atau 2.531 jiwa terdampak, dengan 640 rumah terendam. Ketinggian air bervariasi antara 30 hingga 70 sentimeter. Hingga Minggu siang, debit air Sungai Bahilang masih tinggi, sedangkan kondisi Sungai Padang terpantau normal.

Banjir Juga Terjadi di Kabupaten Batubara

Masih di Sumatera Utara, banjir juga melanda Kabupaten Batubara, tepatnya di Kecamatan Medang Deras, pada Sabtu (11/10) malam. Curah hujan tinggi menyebabkan banjir setinggi 30–60 sentimeter di Desa Sei Buah Keras dan Desa Nenassiam.

Laporan sementara menyebut 65 kepala keluarga terdampak, serta satu sekolah dan satu TPU ikut tergenang. Selain itu, 31 hektare lahan sawah, 65 hektare perkebunan sawit, dan 200 meter ruas jalan turut terendam.

BPBD Batubara telah melakukan pendataan dan koordinasi dengan pemerintah setempat. Banjir kini berangsur surut, namun warga tetap diminta waspada.

Kebakaran Lahan 3,5 Hektare di Situbondo, Jawa Timur

Sementara itu di Pulau Jawa, kebakaran lahan terjadi di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, pada Minggu (12/10) pukul 09.00 WIB. Api melahap sekitar 3,5 hektare lahan di Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan.

Tim Reaksi Cepat (TRC PB) BPBD Situbondo bersama tiga unit mobil pemadam kebakaran langsung diterjunkan ke lokasi. Proses pemadaman dilakukan menggunakan alat semprot dan metode pengepyokan, mengingat akses menuju titik api sulit dijangkau armada damkar.

Api berhasil dipadamkan pada pukul 13.40 WIB berkat kerja sama BPBD, Damkar, TNI, Polri, Tagana, serta relawan masyarakat. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Meski api telah padam, tim gabungan masih melakukan pembasahan dan pemantauan untuk mencegah munculnya titik api baru.

BNPB Imbau Waspada Bencana Hidrometeorologi

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D., mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi, seperti banjir, angin kencang, dan hujan ekstrem.

BNPB juga menegaskan agar masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan atau sampah secara sembarangan, karena dapat memicu kebakaran besar yang sulit dikendalikan.

“Jika terjadi bencana, segera hubungi BPBD setempat atau layanan darurat agar penanganan bisa dilakukan dengan cepat dan tepat,” ujar Abdul Muhari dalam keterangannya di Jakarta, Senin (13/10/2025).


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK