Infrastruktur Digital Merata: Mengupas Strategi Telkom Pisahkan Bisnis ke InfraCo/TIF
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Kesenjangan akses internet yang masih nyata di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) Indonesia mendorong PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. mengambil langkah strategis. Inisiatif pemisahan aset dan bisnis infrastrukt…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Kesenjangan akses internet yang masih nyata di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) Indonesia mendorong PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. mengambil langkah strategis.
Inisiatif pemisahan aset dan bisnis infrastruktur ke anak perusahaan, InfraCo/TIF, dinilai krusial untuk menjawab tantangan pemerataan layanan digital di masa depan. Anggota Komisi VI DPR Gde Sumarjaya Linggih menilai langkah ini vital untuk memastikan akses yang optimal di seluruh penjuru negeri.
"Kesenjangan digital adalah masalah mendesak. Inisiatif pemisahan aset Telkom menjadi InfraCo/TIF diharapkan dapat memberikan dampak yang luas bagi masyarakat, terutama dalam memastikan pemerataan akses layanan yang optimal di seluruh pelosok negeri," kata Gde Sumarjaya Linggih dikutip dari pernyataan tertulisnya, dilansir pada 10 Desember 2025.
Katalis Pertumbuhan Ekonomi Digital Nasional
Optimisme muncul bahwa pengalihan pengelolaan bisnis infrastruktur ini dapat menjadi katalis kuat bagi pertumbuhan ekonomi digital nasional. Dengan fokus yang lebih efisien di bawah InfraCo/TIF, ekosistem digital diharapkan semakin kuat dan mampu menopang lonjakan aktivitas ekonomi di berbagai daerah. Dampak positifnya diharapkan tidak hanya terasa di perkotaan, tetapi juga menjangkau daerah-daerah yang selama ini minim akses.
Mendorong Implementasi Infrastructure Sharing
Harapan besar terletak pada terwujudnya kebijakan infrastructure sharing (berbagi pakai infrastruktur) yang lebih luas. Prinsip ini dianggap sebagai kunci efisiensi industri, memungkinkan perluasan layanan yang lebih cepat, dan mempercepat pemerataan digital. Telkom, melalui RUPS-LB yang akan datang, berupaya memperkuat struktur bisnis ini. Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menegaskan bahwa langkah ini merupakan strategi untuk memenuhi kebutuhan konektivitas berkapasitas tinggi di tengah transformasi digital yang pesat.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.