Fakta Nasional

Inovasi Drone untuk Pertanian

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Teknologi drone dalam sektor pertanian kembali menjadi sorotan setelah Presiden Joko Widodo digantikan jawabannya oleh Presiden Prabowo Subianto dalam peluncuran Gerakan Indonesia Menanam di Ogan Ilir, Sumatera Selatan,…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 24 April 2025 📖 1 menit
Inovasi Drone untuk Pertanian
Inovasi Drone untuk Pertanian/(ilustrasi/@pixabay)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Teknologi drone dalam sektor pertanian kembali menjadi sorotan setelah Presiden Joko Widodo digantikan jawabannya oleh Presiden Prabowo Subianto dalam peluncuran Gerakan Indonesia Menanam di Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Rabu (23/4/2025).

Dalam acara ini, Prabowo melihat langsung efisiensi tanam raya padi seluas 105.000 hektare di lahan rawa, dan bahkan menjajal mempiloti drone penebar benih.

Menurut data lapangan, menanam padi konvensional memerlukan waktu sekitar 25 hari untuk satu hektare, namun dengan teknologi drone, 25 hektare bisa ditanam dalam satu hari.

Capaian ini tidak hanya mempercepat proses tanam, tetapi juga memastikan persebaran benih lebih merata dan minim risiko gagal tanam akibat kondisi lahan yang sulit.

Penggunaan drone agrikultur memiliki sejumlah keunggulan:

Kecepatan dan Efisiensi: Drone mampu menyebar benih dengan presisi tinggi dalam waktu singkat.

Hemat Biaya Operasional: Mengurangi ketergantungan tenaga kerja manusia dan biaya logistik.

Pengendalian Risiko: Mampu menjangkau area rawa atau jalan rusak tanpa merusak lahan.

Prabowo Subianto menyebut teknologi drone sebagai revolusi pertanian yang akan memperkuat visi swasembada pangan Indonesia.

“Drone ini menebarkan benih secara otomatis. Saya semakin yakin teknologi ini bisa mempercepat masa tanam secara signifikan,” ujarnya tegas.

Ia juga optimis Indonesia tidak hanya mencukupi kebutuhan domestik, tetapi siap menjadi lumbung pangan dunia berkat inovasi seperti ini.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menambahkan bahwa target tanam April 2025 mencapai 1,3 juta hektare dengan proyeksi produksi 7,5 juta ton gabah, melampaui kebutuhan nasional.

Dengan dukungan teknologi modern, langkah ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan kedaulatan pangan, serta membuka peluang ekspor beras Indonesia ke pasar global.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK