Instruksi Prabowo: Danantara Bakal Pangkas Jumlah BUMN dari 1.000 Menjadi 300 Entitas
FAKTANASIONAL.NET – Presiden Prabowo Subianto menargetkan rasionalisasi drastis terhadap jumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Transformasi besar ini bertujuan menyederhanakan struktur perusahaan plat merah yang saat ini berjumlah lebih dari 1.000…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET – Presiden Prabowo Subianto menargetkan rasionalisasi drastis terhadap jumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Transformasi besar ini bertujuan menyederhanakan struktur perusahaan plat merah yang saat ini berjumlah lebih dari 1.000 entitas—termasuk anak dan cucu usaha—menjadi hanya sekitar 300 perusahaan saja.
Wakil Ketua Dewan Pengawas Danantara Indonesia, Muliaman Hadad, mengungkapkan bahwa langkah ini diambil karena banyak entitas BUMN saat ini yang tidak memberikan kontribusi dividen dan memiliki lini bisnis yang tidak fokus.
"Pak Presiden menginginkan rasionalisasi yang drastis, dari seribuan itu mungkin sekitar 300-an, diharapkan," ujar Muliaman dalam diskusi BUMN Research Group (BRG) di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Menertibkan BUMN yang "Hobi" Urus Hotel dan RS
Muliaman menyoroti banyaknya BUMN yang merambah sektor di luar bisnis inti (core business) mereka.
Fenomena ini dianggap menghambat produktivitas dan menciptakan inefisiensi yang sistemik.
"Di BUMN ini ada 150 rumah sakit, kemudian juga ada sejumlah hotel dan banyak lagi lah.
Jadi ini intinya adalah kita harus menjadikan BUMN betul-betul lebih produktif," tegasnya.
Meski menjadi keharusan, Muliaman mengakui tantangan berat dalam melakukan perampingan ini.
"Ini bukan sesuatu yang sederhana. Kita tahu kompleksitasnya tinggi, tidak mudah melakukan konsolidasi, tetapi itu sesuatu yang harus dilakukan agar meningkatkan produktivitas yang baik dan berkesinambungan," tambahnya.
167 BUMN Sudah Dilikuidasi, Danantara Jamin Tak Ada PHK
Proses penataan atau streamlining sebenarnya telah bergerak cepat dalam satu tahun terakhir.
Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, memaparkan bahwa hingga April 2026, ratusan perusahaan telah resmi ditutup.
"Total yang sudah dilikuidasi itu kurang lebih sampai dengan hari ini itu sudah sekitar 167 perusahaan," ungkap Dony di Hotel Mulia Senayan, Selasa (28/4).
Di tengah kekhawatiran publik, Dony menegaskan bahwa pengurangan jumlah entitas ini murni untuk efisiensi bisnis dan bukan untuk memangkas tenaga kerja.
Ia menjamin nasib para karyawan tetap aman di tengah proses konsolidasi berbagai sektor seperti logistik, semen, hingga perasuransian.
"Streamlining ini tujuannya untuk karyawan. Jadi tidak usah khawatir, semuanya dilakukan dengan niat baik. Tidak usah khawatir untuk karyawan, karena karyawan tidak akan di-PHK. Ini adalah proses melakukan efisiensi terhadap perusahaan di sisi bisnis prosesnya, bukan di sisi karyawannya," jelas Dony.
Danantara kini tengah berpacu dengan waktu untuk menyelesaikan target tersebut sesuai dengan deadline yang diberikan oleh Presiden.
"Jadi semuanya akan kita eksekusi. Karena memang deadline dari Bapak Presiden. Secepat mungkin kita bisa menyelesaikan, semakin baik," pungkasnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.