Fakta Nasional

Integrasikan GPS dan Kamera Cerdas, Komite Gabungan TNWK Petakan Jalur Migrasi Gajah Berbasis Musim

FAKTANASIONAL.NET - Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatra di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Lampung Timur, Lampung mematangkan pengembangan sistem pusat komando ( command center ) terpadu berbasis kecerdasan buata…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Damiri Adam Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 24 September 2026 📖 1 menit
Integrasikan GPS dan Kamera Cerdas, Komite Gabungan TNWK Petakan Jalur Migrasi Gajah Berbasis Musim
Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatra di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Lampung Timur, Lampung saat mematangkan pengembangan sistem pusat komando (command center) berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). (FAKTANASIONAL/HO).
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatra di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Lampung Timur, Lampung mematangkan pengembangan sistem pusat komando (command center) terpadu berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Fasilitas digital mutakhir ini disiapkan untuk memperkuat pengawasan satwa liar, memetakan koridor lintasan gajah, sekaligus mendeteksi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta kejahatan kehutanan secara waktu nyata (real-time).

Ketua Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatra di TNWK, Brigjen TNI Sriyanto menargetkan, operasional sistem ini dapat mengidentifikasi biodata tiap individu gajah secara presisi melalui integrasi data visual dan posisi berbasis GPS.

"Pengembangan sistem command center ini dirancang multifungsi, mulai dari mengenali data biologis satwa, memitigasi potensi perburuan dan pencurian, hingga menganalisis korelasi data satwa guna memetakan jalur jelajah gajah sesuai perubahan musim," katanya, Rabu (23/9).

Guna mendukung basis data pembelajaran mesin (machine learning), lanjut dia, komite mengerahkan tim terra drone yang mengoperasikan wahana nirawak jenis M1 Drone. Pengambilan sampel visual, katanya, dilakukan secara intensif pada pagi dan sore hari, menyasar kantong-kantong populasi satwa di Camp Elephant Response Unit (ERU) dan Pusat Latihan Gajah (PLG). Setiap individu gajah diambil sebanyak 30 foto serta rekaman video 360 derajat memutar.

"Target pengumpulan data visual gajah sebagai materi pembelajaran AI ditargetkan rampung dalam satu hingga tiga hari ke depan," kata dia.

Selain aspek pengawasan satwa, Sriyanto menegaskan sistem pusat komando ini menjadi ujung tombak dalam pencegahan karhutla. Empat wilayah rawan kebakaran hutan, yakni Braja Luhur, Braja Kencana, Karang Anyar, dan Wako, dipantau secara berkala dan terpusat melalui monitor dasbor.

Sistem digital tersebut, tambah dia, turut dilengkapi perangkat simulasi peringatan dini (early warning system) yang mampu membaca indikasi tindak kriminalitas kehutanan serta mengukur level keparahan karhutla.

"Untuk langkah mitigasi langsung di batas kawasan, komite juga mendemonstrasikan integrasi perangkat pengeras suara (speaker) dan mikrofon peringatan jarak jauh guna menghalau perambahan ataupun mencegah kawanan satwa mendekati pemukiman warga desa penyangga," terangnya.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK