Fakta Nasional

Investor Asing Ramai Lepas Saham BYAN Setelah Tawaran Murah Haji Isam

FAKTANASIONAL.NET – Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) tengah menjadi perhatian pelaku pasar setelah muncul kabar mengenai tawaran pengambilalihan oleh pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam. Di tengah isu tersebut, investor asing justru t…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 11 September 2026 📖 1 menit
Investor Asing Ramai Lepas Saham BYAN Setelah Tawaran Murah Haji Isam
Saham BYAN Anjlok Usia Rumor Akuisisi Haji Isam /(foto: ilustrasi)
) -->

FAKTANASIONAL.NET – Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) tengah menjadi perhatian pelaku pasar setelah muncul kabar mengenai tawaran pengambilalihan oleh pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam.

Di tengah isu tersebut, investor asing justru tercatat melakukan aksi jual terhadap saham emiten batu bara tersebut.

Dikutip dari Bloomberg Technoz, Kamis, 10 September 2026, berdasarkan data bursa, investor asing membukukan jual bersih saham BYAN senilai Rp10,06 miliar di pasar reguler sepanjang perdagangan Rabu (9/9/2026).

Aksi tersebut menambah catatan pelepasan saham BYAN oleh investor asing dalam beberapa waktu terakhir. Dalam periode satu bulan, posisi jual bersih asing disebut telah mencapai Rp94,09 miliar, setelah kabar mengenai rencana pengambilalihan oleh Haji Isam beredar di kalangan pelaku pasar.

Tekanan terhadap saham BYAN tidak hanya datang dari investor asing. Distribusi saham dalam jumlah besar juga terlihat dari sejumlah pialang institusi lokal.

Salah satunya adalah PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk dengan kode broker LG, yang disebut berafiliasi dengan Garibaldi ‘Boy’ Thohir. Dalam satu bulan terakhir, broker tersebut tercatat menjual sekitar 23,6 ribu lot saham BYAN dengan nilai transaksi mencapai Rp35,2 miliar.

Penjualan itu dilakukan pada harga rata-rata sekitar Rp15.044 per saham.

Situasi tersebut membuat pergerakan saham BYAN menjadi sorotan karena terjadi bersamaan dengan munculnya kabar mengenai tawaran Haji Isam.

Respons pasar terhadap isu korporasi tersebut pun terlihat dari perubahan perilaku sejumlah investor, khususnya asing.

Meski demikian, data transaksi jual beli saham belum serta-merta menunjukkan alasan pasti di balik keputusan setiap investor.

Aksi jual dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari strategi portofolio, valuasi, sentimen terhadap sektor batu bara hingga persepsi terhadap aksi korporasi.

Karena itu, perkembangan selanjutnya tetap menjadi perhatian pelaku pasar untuk melihat bagaimana isu pengambilalihan tersebut memengaruhi harga dan likuiditas saham BYAN.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK