Fakta Nasional

Isu Pendongkelan Ketum PBNU Makin Santer, Gus Ipul: Tak Ada Sejarahnya Ada MLB di NU

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengaku tak khawatir dengan adanya isu yang ingin mendongkel posisi Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf yang saat ini merebak dalam tubuh organisasi terbesar ini. Ipul menjelaskan, tidak ada s…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Zul Jamba Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 02 October 2024 📖 2 menit
Isu Pendongkelan Ketum PBNU Makin Santer, Gus Ipul: Tak Ada Sejarahnya Ada MLB di NU
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat meninjau pelaksanaan MPLS dan penugasan personel Taruna Bhakti Nusantara di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Gresik. Program ini memfokuskan pendampingan karakter dan kedisiplinan siswa dari keluarga miskin ekstrem./Foto: NUonline
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengaku tak khawatir dengan adanya isu yang ingin mendongkel posisi Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf yang saat ini merebak dalam tubuh organisasi terbesar ini.

Ipul menjelaskan, tidak ada sejarahnya Muktamar Luar Biasa (MLB) terjadi di dalam perjalanan Nahdlatul Ulama. Wacana MLB NU yang belakangan muncul, katanya, akan hilang seiring waktu.

“Enggak ada dalam sejarah itu NU itu MLB. Ada pernah digagas tapi ya akhirnya ya hilang begitu saja,” kata Gus Ipul yang juga Menteri Sosial, dikutip Selasa (01/10/2024).

Ia menambahkan, NU dijaga oleh banyak kyai dan ulama yang pada dasarnya tidak menyukai perebutan jabatan. Oleh karena itu, Ipul meyakini MLB NU tidak akan terjadi.

“Maka tidak pernah berhasil, tidak akan pernah berhasil bagi mereka yang menginginkan MLB. Jadi begitu saja. Coba sampeyan lihat satu per satu datanya segala macam, dilihat siapa nanti. Pernah dulu terjadi juga tapi akhirnya hilang begitu saja,” terangnya.

Saat ditanya mengenai ada tidaknya campur tangan Partai kebangkitan Bangsa (PKB) dengan wacana MLB NU, Gus Ipul menilai masyarakat bisa mengambil kesimpulan sendiri.

“Kalau melihat figur-figurnya orang bisa lihat, bisa mengambil kesimpulan lah ya. Wacana ini kan muncul jauh sebelum Pilpres. Kalau dibuka, kalau dicari jejak digitalnya, itu sudah jauh-jauh muncul. Ya kita tunggu saja, tapi kalau saya seyakin-yakinnya MLB tidak akan pernah ada di lingkungan Nahdlatul Ulama,” jelasnya.

Sebelumnya Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) dari Jawa Timur, Abdussalam Shohib alias Gus Salam mengatakan bahwa akar rumput mulai resah melihat PBNU yang dinilai melenceng jauh dari tugas utama, sehingga MLB PBNU bisa terjadi kapan saja.

Selanjutnya terbentuk Presidium Penyelamat Organisasi dan Muktamar Luar Biasa Nahdlatul Ulama yang kemudian menyatakan telah menerima pengaduan, kritik, dan saran dari 28 provinsi, 326 kabupaten/kota, dan 11 Pengurus Cabang Istimewa (PCI) NU, yang memberikan dukungan agar MLB segera diselenggarakan.

Presidium melalui Konsolidasi Nasional Presidium MLB NU yang dilaksanakan di Cirebon, Jawa Barat, pada 8-9 September 2024, memutuskan meminta pemerintah membekukan SK kepengurusan Pengurus Besar NU.

Sementara di sisi lain Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Abdullah Latopada menegaskan tidak ada pengurus tingkat cabang dan wilayah yang terlibat dalam wacana penyelenggaraan MLB NU.

Latopada menyebut MLB NU itu merupakan isu yang digulirkan segelintir orang yang tak mempunyai legitimasi dalam kepengurusan PBNU. Dia pun menekankan struktur kepengurusan PBNU solid dan kokoh hingga ke bawah. [dmn]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK