Fakta Nasional

Jadi Isu Strategis Nasional, Wantannas Diminta Serius Atasi Fenomena LGBT dan Menurunkan Angka Pernikahan

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) diminta serius mengatasi fenomena maraknya LGBTQ (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, dan Queer dan menurunnya angka pernikahan di Indonesia. Permintaan ini disampaikan Anggota Komi…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Zul Jamba Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 15 November 2024 📖 1 menit
Jadi Isu Strategis Nasional, Wantannas Diminta Serius Atasi Fenomena LGBT dan Menurunkan Angka Pernikahan
Anggota Komisi I dari Fraksi PKB, Oleh Soleh/jpnn.
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) diminta serius mengatasi fenomena maraknya LGBTQ (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, dan Queer dan menurunnya angka pernikahan di Indonesia.

Permintaan ini disampaikan Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi I DPR RI dengan Sesjen Wantannas, Laksdya TNI T.S.N.B Hutabarat di ruang rapat Komisi I DPR RI, DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (14/11/2024).

"Saya belum melihat ada gerakan konsen soal penanganan LGBTQ ini, belum ada yang kedengaran bersuara keras lantang terkait LGBTQ," kata Politisi dari PKB tersebut.

Dijelaskannya, fenomena LGBTQ dan turunnya angka pernikahan salah satunya merupakan dampak atau pengaruh globalisasi dari media sosial. Tanpa disadari, pengaruh budaya negatif tersebut sangat luar biasa, bahkan secara masif terus meluas.

Oleh Soleh mencontohkan fenomena yang sama terjadi di Korea Selatan (Korsel) yang pada akhirnya  mempengaruhi angka kelahiran dan jumlah bayi lahir. Jika dibiarkan itu terjadi maka sekolah-sekolah akan kosong.

Kemudian banyak sekali guru-guru menganggur. Bahkan Negara tersebut dikabarkan menerima anak-anak dari luar negaranya untuk bisa sekolah di Korea.

Atas dasar itu, Politisi Fraksi PKB ini meminta agar Wantannas dan tentunya pemerintah serius mencegah fenomena semacam itu terjadi di Indonesia. Pasalnya, Indonesia sebentar lagi akan menyongsong Indonesia Emas di tahun 2045 mendatang.

Tentu hal itu juga harus diikuti dengan penanaman nilai moral dari sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Serta menjaga budaya ketimuran yang notabene merupakan ciri khas budaya bangs Indonesia.

"Saya berpandangan bahwa bukan hanya infrastruktur bagus, bangunan bagus, teknologi bagus, tetapi yang paling pokok adalah soal moralitas, perilaku anak-anak dan generasi penerus bangsa," tandasnya.[zul]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK