Fakta Nasional

Jadi Tersangka Kasus Suap oleh KPK, Ardito Wijaya Malah 'Gombal' Wartawati

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Bupati Lampung Tengah (Lamteng), Ardito Wijaya, resmi menyandang status tersangka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun, alih-alih memberikan pernyataan terkait kasusnya,…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 12 December 2025 📖 1 menit
Jadi Tersangka Kasus Suap oleh KPK, Ardito Wijaya Malah 'Gombal' Wartawati
Bupati Muara Enim Edison berjalan melewati kerumunan awak media saat tiba di Gedung Merah Putih KPK, Kavling C1, Kuningan, Jakarta Selatan./fkn
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Bupati Lampung Tengah (Lamteng), Ardito Wijaya, resmi menyandang status tersangka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun, alih-alih memberikan pernyataan terkait kasusnya, Ardito justru menunjukkan tingkah yang tidak terduga. Usai konferensi pers penetapan tersangka, saat digiring menuju mobil tahanan, Ardito malah melontarkan rayuan kepada seorang wartawati yang tengah melipu, 11 Desember 2025.

Penahanan Tersangka dan Kasus yang Menjerat

Ketika ditanya mengenai kasus yang menjeratnya, Ardito malah tersenyum dan berkata, "Kamu cantik hari ini." KPK telah menahan Ardito bersama empat orang lainnya: Riki Hendra Saputra (anggota DPRD), Ranu Hari Prasetyo (adik bupati), Anton Wibowo (Plt Kepala BPD Lamteng/kerabat dekat), dan Mohamad Lukman Sjamsuri (Direktur PT Elkaka Mandiri). Mereka ditahan di rutan berbeda milik KPK.

Barang Bukti dan Jaringan Proyek Keluarga

Kasus ini terkait dengan pengaturan pemenang proyek di lingkungan Pemkab Lamteng yang diatur untuk dimenangkan melalui penunjukan langsung e-katalog. Dalam OTT sebelumnya, KPK menyita uang tunai Rp193 juta dan logam mulia seberat 850 gram. Ardito diduga menerima suap total Rp5,75 miliar dari pengaturan proyek tersebut.[dit]

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK