Fakta Nasional

Jaga Pasokan Listrik 2026, ESDM Beri Penugasan Batu Bara 212 Juta Ton

FAKTANASIONAL.NET - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengambil langkah strategis untuk mengamankan ketahanan energi nasional. Pemerintah resmi memberikan penugasan kepada perusahaan tambang pemegang Rencana Kerja dan Anggaran Biaya…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 16 July 2026 📖 1 menit
Jaga Pasokan Listrik 2026, ESDM Beri Penugasan Batu Bara 212 Juta Ton
Jaga Pasokan Listrik 2026, ESDM Beri Penugasan Batu Bara 212 Juta Ton/(PT.PLN)
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengambil langkah strategis untuk mengamankan ketahanan energi nasional.

Pemerintah resmi memberikan penugasan kepada perusahaan tambang pemegang Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) untuk menyuplai batu bara dengan total volume mencapai 212 juta metrik ton.

Langkah ini ditempuh guna menjamin ketersediaan energi primer bagi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) milik PT PLN (Persero) yang diproyeksikan membutuhkan 154 juta metrik ton pada tahun 2026.

Sebagaimana dilansir dari CNBC Indonesia pada Senin (13/7/2026), Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara, Tri Winarno, menegaskan bahwa penugasan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga keberlanjutan operasional pembangkit listrik.

"Ditjen Minerba secara berkala melakukan pemantauan terhadap kepatuhan pelaksanaan DMO, baik untuk sektor kelistrikan maupun nonkelistrikan. Untuk memenuhi kebutuhan PLN sebesar 154 juta metrik ton, kami telah memberikan penugasan kepada badan usaha pertambangan dengan total volume 212 juta metrik ton," ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip redaksi dari CNBC Indonesia pada 15 Juli 2026.

"Kami terus memantau kepatuhan pengusaha terhadap Domestic Market Obligation (DMO), baik sektor kelistrikan maupun nonkelistrikan," ujar Tri.

Data hingga Mei 2026 menunjukkan progres yang cukup positif, di mana 144 juta metrik ton telah berhasil dikontrakkan. Selain itu, realisasi pengiriman batu bara ke unit pembangkit kini dilaporkan telah mencapai 130,5 juta metrik ton.

Pemerintah kini terus mendorong PLN Energi Primer Indonesia (EPI) untuk mengakselerasi proses kontrak agar seluruh target penugasan dapat segera terealisasi menjadi pengiriman fisik.

Koordinasi intensif terus dibangun antara Ditjen Minerba, PLN EPI, dan badan usaha pertambangan. Pengawasan ketat juga dilakukan untuk memastikan setiap pengiriman tidak hanya memenuhi target volume, tetapi juga sesuai dengan spesifikasi teknis mesin pembangkit.

Fokus pemerintah saat ini adalah memastikan seluruh kebutuhan batu bara untuk PLN di semester II 2026 dapat terpenuhi tepat waktu, konsisten, dan terukur.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK