Fakta Nasional

Jaga Stabilitas Harga Saat Ramadan: Pemerintah Diminta Amankan Rantai Pasok Bahan Baku

FAKTANASIONAL.NET – Lonjakan permintaan konsumsi masyarakat menjelang bulan Ramadan dan Idul fitri 2026 menjadi perhatian serius. Pemerintah didorong untuk melakukan langkah antisipasi strategis agar momentum ini menjadi mesin pertumbuhan ekonomi, b…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: admin Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 21 February 2026 📖 1 menit
Jaga Stabilitas Harga Saat Ramadan: Pemerintah Diminta Amankan Rantai Pasok Bahan Baku
Aktivitas pasar Legi Solo. (Dok. Espos.id)

FAKTANASIONAL.NET– Lonjakan permintaan konsumsi masyarakat menjelang bulan Ramadan dan Idul fitri 2026 menjadi perhatian serius.

Pemerintah didorong untuk melakukan langkah antisipasi strategis agar momentum ini menjadi mesin pertumbuhan ekonomi, bukan justru pemicu inflasi yang tak terkendali.

Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief, menekankan bahwa kunci utama menghadapi fenomena tahunan ini terletak pada pengawasan rantai pasok dan stabilitas harga bahan baku di pasar.

Hendry menyoroti bahwa ketersediaan bahan baku sangat krusial bagi keberlangsungan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang biasanya mengalami peningkatan produksi selama bulan suci.

Baca Juga: UMKM Pertamina Gebrak INACRAFT 2026: Raup Rp1,9 Miliar di Hari Pertama

“Tingginya konsumsi masyarakat menyebabkan naiknya permintaan atas bahan baku seperti tepung, daging, susu, minyak goreng, dan lain-lain. Para pelaku UMKM sangat berkepentingan atas hal ini," kata Hendry Munief dalam keterangan resminya, Jumat (20/2/2026).

Politikus PKS tersebut meminta pemerintah untuk tidak sekadar memantau, tetapi juga aktif mencari solusi jika terjadi hambatan distribusi.

"Maka kita harapkan pemerintah terus mengontrol, mengawasi, dan mencarikan solusi atas potensi persoalan ketersediaan bahan baku, bahkan harganya,” sambungnya.

Hendry mengingatkan bahwa ketidaksiapan pemerintah dalam mengelola stok pangan dan bahan baku dapat berdampak buruk pada kestabilan ekonomi nasional.

Jika harga melambung terlalu tinggi, masyarakat justru akan menahan belanja, yang pada akhirnya merugikan pertumbuhan ekonomi.

“Jangan sampai inflasi dan deflasi terjadi. Masyarakat menahan untuk berbelanja karena harga kebutuhan yang melambung tinggi. Kenaikan sewajarnya dapat dimaklumi oleh konsumen karena memang momentum memaksa hal itu terjadi,” jelas Hendry.

Ia berharap pemerintah tidak menyia-nyiakan potensi konsumsi besar ini agar pertumbuhan ekonomi nasional dapat terdongkrak secara signifikan tanpa memicu gejolak harga di masyarakat.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK