Jakarta Masuk Kemarau Mei Mendatang, BMKG: Puncak Musim Kering Diprediksi Agustus 2026
FAKTANASIONAL.NET – Meski hujan masih rutin mengguyur sejumlah wilayah termasuk Jakarta, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa Indonesia mulai memasuki masa transisi. Hingga akhir Maret, setidaknya 7 persen Zona Mu…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET – Meski hujan masih rutin mengguyur sejumlah wilayah termasuk Jakarta, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa Indonesia mulai memasuki masa transisi.
Hingga akhir Maret, setidaknya 7 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah resmi memulai musim kemarau.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa awal musim kemarau tidak terjadi secara serentak, melainkan bertahap dimulai dari wilayah barat hingga timur Indonesia.
Wilayah yang Sudah Masuk Kemarau
Beberapa wilayah yang dilaporkan telah lebih dulu memasuki musim kemarau meliputi sebagian kecil Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, hingga sebagian kecil wilayah NTB, NTT, Maluku, dan Papua Barat.
"BMKG akan terus memantau perkembangan dinamika iklim global dan regional serta menyampaikan pembaruan informasi secara berkala. Masyarakat diharapkan terus mengikuti informasi resmi yang disampaikan BMKG," ujar Faisal Fathani dalam keterangan resminya.
Prediksi untuk Wilayah Jakarta dan Sekitarnya
Bagi warga Jakarta yang masih merasakan hujan, musim kemarau diprediksi baru akan menyapa pada bulan Mei.
Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, merinci bahwa masuknya musim kemarau di ibu kota akan terbagi dalam dua fase dasarian (periode 10 hari).
"Per hari ini belum masuk kemarau, mulai [masuk kemarau] Mei dasarian pertama," ungkap Ardhasena.
Berdasarkan data ZOM, wilayah Jakarta Barat, Pusat, dan sebagian Timur (ZOM BantenDKI 15) akan masuk kemarau pada awal Mei.
Sementara wilayah Jakarta Selatan dan sebagian Timur lainnya (ZOM BantenDKI 16) diprediksi menyusul pada pertengahan Mei. Menariknya, transisi tahun ini tercatat satu dasarian lebih cepat dibandingkan rata-rata klimatologisnya.
Peta Sebaran dan Puncak Musim Kemarau
BMKG mencatat bahwa pergerakan musim kemarau akan meluas signifikan pada periode April hingga Juni:
-
April (16,3% wilayah): Pesisir utara Jawa, DIY, sebagian Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT.
-
Mei (26,3% wilayah): Sebagian besar wilayah lainnya di Jawa dan Sumatera.
-
Juni (23,3% wilayah): Wilayah sisa yang belum memasuki masa kering.
Terkait intensitas panas dan kekeringan, masyarakat diminta waspada pada bulan Agustus 2026.
Analisis BMKG memprediksi puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia akan terjadi pada bulan Agustus 2026, yang mencakup 429 ZOM atau sekitar 61,4 persen wilayah Indonesia.
Namun, ada pula wilayah yang mencapai puncak kemarau lebih awal pada bulan Juli (12,6%), terutama di sebagian Sumatera, Kalimantan, dan wilayah barat Papua, serta sebagian kecil yang baru mencapai puncaknya pada September (14,3%).
Masyarakat diimbau untuk mulai mengantisipasi dampak kekeringan, terutama terkait ketersediaan air bersih dan potensi kebakaran hutan atau lahan di titik-titik rawan.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.