Fakta Nasional

Jaminan Keamanan Investor: Presiden Prabowo Tegaskan Kunci Sukses Hilirisasi Nasional

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh jajaran aparat negara untuk memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan maksimal bagi investor asing yang menanamkan modal di Indonesia. Penegasan ini…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 08 November 2025 📖 1 menit
Jaminan Keamanan Investor: Presiden Prabowo Tegaskan Kunci Sukses Hilirisasi Nasional
Presiden Prabowo Subianto/net

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh jajaran aparat negara untuk memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan maksimal bagi investor asing yang menanamkan modal di Indonesia. Penegasan ini disampaikan Presiden saat meresmikan Pabrik LOTTE Chemical Indonesia (LCI) di Cilegon, Banten, Kamis (6/11/2025).

Presiden menekankan bahwa perlindungan terhadap investasi adalah syarat mutlak untuk menyukseskan program hilirisasi yang menjadi fokus pemerintah. Proyek petrokimia terintegrasi LCI, dengan nilai investasi fantastis mencapai 3,98 miliar Dolar AS atau sekitar Rp 62 triliun, dianggap sebagai investasi strategis yang wajib dijaga.

Stabilitas Hukum dan Tata Kelola

Presiden Prabowo menggarisbawahi bahwa investasi raksasa seperti LCI harus diamankan karena membawa manfaat ekonomi langsung bagi rakyat, terutama dalam penciptaan lapangan kerja. "Kita wajib mengamankan, kita wajib menjaga semuanya karena ini membawa manfaat sangat besar bagi rakyat," ujar Presiden dalam sambutannya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia sangat bergantung pada stabilitas hukum dan politik. Oleh karena itu, seluruh aparat harus menjamin tidak ada gangguan terhadap proses investasi dan memastikan prosesnya didukung oleh tata kelola yang baik.

Investasi Petrokimia Terbesar se-Asia Tenggara

Kehadiran pabrik LCI menjadi bukti nyata sinergi yang kuat antara Indonesia dan Korea Selatan. Investasi ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku petrokimia dan menyerap puluhan ribu tenaga kerja.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, yang turut hadir, menambahkan bahwa fasilitas ini merupakan investasi petrokimia terbesar di Asia Tenggara. "Kalau dalam kurs sekarang sudah mencapai sekitar Rp 63–64 triliun. Jadi proyek ini terbesar di Asia Tenggara," ujar Bahlil. Pabrik ini akan memproduksi etilena, propilena, dan berbagai produk turunan untuk industri domestik.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK