Fakta Nasional

Jampidsus dan Rumitnya Pemberantasan Korupsi

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Seorang konten kreator @Adrian Saputra membuat catatan khusus yang menggambarkan betapa rumitnya persoalan pemberantasan korupsi di Indonesia. Dalam catatan itu, fokus persoalan tertuju pada Jampidsus Febrie Adriansyah y…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: M. Sahlan Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 09 July 2026 📖 2 menit
Jampidsus dan Rumitnya Pemberantasan Korupsi
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Seorang konten kreator @Adrian Saputra membuat catatan khusus yang menggambarkan betapa rumitnya persoalan pemberantasan korupsi di Indonesia.

Dalam catatan itu, fokus persoalan tertuju pada Jampidsus Febrie Adriansyah yang mencuat setelah adanya pengawalan puluhan pasukan TNI di rumah dinasnya, tepat saat Kortas Tipikor Polri melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi untuk mengusut dugaan kasus korupsi sensitif dan jumbo.

Febrie Adriansyah adalah tokoh kunci di tubuh Kejaksaan Agung yang saat ini menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus).

Jabatan ini membuatnya berada di garda terdepan pemberantasan korupsi, menangani kasuskasus besar yang melibatkan kerugian negara triliunan rupiah.

Awal Karier: Memulai pengabdian sebagai Jaksa pada tahun 1996 di Kejaksaan Negeri Sungai Penuh, Jambi.

Puncak Karier: Dilantik menjadi Jampidsus pada 6 Januari 2022.

Nama Febrie melejit berkat keberhasilannya menangani sejumlah perkara korupsi kelas kakap:

Korupsi Jiwasraya, Korupsi Asabri, Korupsi Tata Niaga Batubara (yang memicu pemadaman listrik massal), Kasus Suap Ronald Tannur (melibatkan Zarof Ricar).

Mengapa Rumahnya Dijaga Ketat TNI?

Kediaman Febrie di Jalan Radio I, Kramat Pela, Jakarta Selatan, mendadak dijaga superketat oleh sekitar 20 personel TNI bersenjata pada Rabu (8/7/2026). Penjagaan ini melibatkan prajurit dengan baret ungu dan hijau, serta personel bersenjata laras panjang.

Penjagaan terjadi setelah penggeledahan besarbesaran oleh Polri di Cafe de'Clan Signature dan Koin Money Changer di Cipete, Jaksel. Lokasi tersebut diduga menjadi sarana pencucian uang hasil korupsi.

Penggeledahan di Cipete terkait dengan tiga perkara besar:

1. Dugaan korupsi pasokan batu bara PLN yang memicu pemadaman listrik di Sumatera, Kalimantan, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

2. Korupsi Asabri dan Jiwasraya.

3. Dugaan TPPU terkait penyelesaian utang PT CBS.

Kecurigaan pun mengarah pada keterlibatan sang Jampidsus. Indonesia Police Watch (IPW) mensinyalir kafe di Cipete memang berkaitan dengan Febrie. Bahkan, pada 2025, ia pernah dilaporkan ke KPK atas kasus serupa.

Penjagaan TNI Prosedur Standar atau Benteng Perlindungan?

Menariknya, ini bukan pertama kalinya rumah Febrie dijaga ketat. Pada Agustus 2025, penjagaan serupa terjadi, bahkan sempat menggagalkan upaya penggeledahan polisi.

Mabes TNI menegaskan bahwa penjagaan ini adalah prosedur standar berdasarkan Perpres Nomor 66 Tahun 2025 dan Nota Kesepahaman (MoU) TNI-Kejagung untuk melindungi jaksa dalam menjalankan tugas. TNI juga menegaskan penjagaan tidak bertujuan menghalangi proses hukum.

Namun, kehadiran puluhan tentara di rumah seorang pejabat yang tengah terseret kasus korupsi tetap menimbulkan spekulasi apakah ini bentuk pengamanan wajar, atau upaya mencegah intervensi aparat lain?.

Febrie Adriansyah adalah jaksa pemberani dengan segudang prestasi, namun reputasinya kini teruji. Kehadiran TNI di rumahnya menjadi simbol betapa rumitnya pertarungan melawan korupsi, di mana sang penegak hukum pun membutuhkan perlindungan superketat atau sedang berada dalam pusaran investigasi yang sama.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK