Jangan Bawa Nama Prabowo Subianto, Andre Rosiade Peringatkan Hotman Paris Hutapea
FAKTANASIONAL.NET - Partai Gerakan Indonesia Raya (Partai Gerindra) meminta pengacara Hotman Paris Hutapea tidak menarik nama Presiden RI Prabowo Subianto dalam kasus hukum yang menimpa mantan Jampidsus, Febrie Adriansyah. Karena, urusan ini tidak b…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Partai Gerakan Indonesia Raya (Partai Gerindra) meminta pengacara Hotman Paris Hutapea tidak menarik nama Presiden RI Prabowo Subianto dalam kasus hukum yang menimpa mantan Jampidsus, Febrie Adriansyah.
Karena, urusan ini tidak berkaitan sama sekali dengan Prabowo Subianto.
"Saya meminta kepada Hotman Paris, jangan pernah mengaitkan pembelaan terhadap mantan Jampidsus Febrie Adriansyah dengan Presiden Prabowo. Itu sama sekali tidak ada urusannya," kata Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR RI, Andre Rosiade pada Senin (19/7/2026).
Prabowo Subianto dinilai tidak pernah melakukan intervensi terhadap proses hukum.
Contohnya, sikap Prabowo ketika ada anggota kabinet dan kepala daerah yang tersandung masalah hukum.
"Beliau dalam posisi mendukung penuh penegakan hukum," ujarnya.
Andre Rosiade mengemukakan Prabowo Subianto selalu memandang korupsi dan kebocoran anggaran sebagai 'kanker' yang merugikan rakyat.
Sikap tegas Prabowo dibuktikan dengan sikap pantang mundur pemerintah dalam memburu para perampok uang negara.
"Pak Prabowo berkomitmen mengejar koruptor sampai ke ujung dunia untuk menyelamatkan uang rakyat," ujarnya.
Prabowo Subianto sangat keras kepada kabinetnya dan tidak"Beliau menyatakan bahwa pejabat atau menteri yang tidak sepaham dengan komitmen antikorupsi dan berniat mencari keuntungan pribadi dari anggaran negara, dipersilakan untuk keluar dari pemerintahannya," tuturnya.
Presiden Prabowo Subianto terus mendorong upaya pencegahan korupsi. Salah satu fokus utamanya ialah pembenahan sistem pengadaan barang dan jasa yang kerap menjadi titik rawan terjadinya rasuah.
"Presiden mendorong digitalisasi birokrasi, penggunaan teknologi, dan penggunaan e-katalog dalam sistem pengadaan barang dan jasa," ucapnya.
"Tujuannya adalah untuk mengurangi kontak langsung antara pihak swasta dan pejabat pembuat komitmen, yang kerap menjadi titik rawan terjadinya suap dan kongkalikong," ujarnya.
Sebelumnya, Hotman Paris Hutapea menyebut kasus yang menjerat Febrie Ardiansyah adalah kriminalisasi.
Bahkan, dia mengaku tak mengharapkan uang dari Febrie, yang merupakan kliennya.
"Saya tidak mengharapkan uang dari Jampidsus ini karena saya tahu tidak mungkin dia bayar saya, mahal. Saya bayarannya supermahal di Indonesia," ujarnya.
Pernyataan ini disampaikan saat memberi pernyataan kepada media di Gedung Bundar Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta Selatan (Jaksel) pada Jumat (17/7/2026) malam.
Alasannya, Hotman Paris Hutapea mau turun tangan membela Febrie.
Dia membawa-bawa nama Presiden Prabowo Subianto, yang diakuinya sebagai klien setianya selama puluhan tahun.
"Ingat, saya 25 tahun sebagai pengacaranya Prabowo. Semua perkara besar beliau, termasuk adiknya Pak Hashim, saya yang pegang. Bahkan waktu beliau Menhan pun saya sering diminta (bantuan hukum) tanpa dibayar," ujarnya.
Hotman Paris Hutapea mengaku merasa miris melihat kondisi Febrie Ardiansyah.
Baginya, Febrie adalah sosok berprestasi yang menjadi kebanggaan Presiden Prabowo karena berhasil menyelamatkan aset negara dalam jumlah fantastis. (adm)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.