Fakta Nasional

Jasad ABK Ditemukan, Nasib Lima Jurnalis yang Hilang Belum Jelas

FAKTANASIONAL.NET - Penemuan jasad anak buah kapal (ABK) KM Arupadhatu I pembawa lima jurnalis menuju Gunung Anak Krakatau menggembirakan. Hingga Kamis (24/9/2026), posisi kapal dan tujuh orang lainnya belum diketahui, tapi satu jasad ditemukan. Jas…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Djono W Oesman Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 25 September 2026 📖 4 menit
Jasad ABK Ditemukan, Nasib Lima Jurnalis yang Hilang Belum Jelas
Surakman (60), ABK Arupadhatu 1, dimakamkan di TPU Ki Demang, Carita, Kamis (24/9/2026). Ia menjadi korban pertama dari delapan rombongan kapal yang hilang di Selat Sunda dan ditemukan di Pulau Enggano. Foto: Instagram
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Penemuan jasad anak buah kapal (ABK) KM Arupadhatu I pembawa lima jurnalis menuju Gunung Anak Krakatau menggembirakan. Hingga Kamis (24/9/2026), posisi kapal dan tujuh orang lainnya belum diketahui, tapi satu jasad ditemukan.

Jasad yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, 12 September 2026 telah dipastikan sebagai Surakman, salah satu ABK KM Arupadhatu I.

BACA JUGA

Jasad Surakman, ABK Kapal yang Bawa 5 Jurnalis, Ditemukan di Pulau Enggano

Kepastian itu diperoleh setelah Tim Disaster Victim Identification (DVI) mencocokkan data antemortem dan postmortem, termasuk pemeriksaan DNA, dengan data keluarga korban.

Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan operasi pencarian gabungan belum dibuka kembali setelah sebelumnya dihentikan.

Menurut dia, operasi SAR telah berlangsung selama tujuh hari dan diperpanjang tiga hari hingga total 10 hari pencarian.

"Masalah pencarian ulang atau tidak, seperti yang kami sampaikan tadi, Pak. Secara aturan, pencarian kami itu terlaksana selama tujuh hari. Selama tujuh hari kita sudah perpanjang tiga hari," kata Al Amrad, Rabu (23/9/2026).

Setelah masa operasi berakhir, Basarnas tidak langsung melakukan operasi pencarian baru.

Sebagai langkah lanjutan, Basarnas Banten melakukan koordinasi dengan Kantor SAR Bengkulu dan Lampung, termasuk memantau wilayah pesisir serta berkomunikasi dengan nelayan setempat.

BACA JUGA

DNA Jasad di Enggano Identik dengan Kru ABK yang Bawa 5 Jurnalis Hilang

Lima Jurnalis Belum Ditemukan

Rombongan KM Arupadhatu I dilaporkan hilang kontak 7 September 2026 saat membawa delapan orang, terdiri atas lima jurnalis dan tiga kru kapal.

Lima jurnalis tersebut adalah

M Bagus Khoirunnas dari ANTARA.

Arie Basuki dari Merdeka.com.

Yudistiro Pranoto dari iNews.

Firman Daus dari Anadolu Agency.

Donal Husni jurnalis lepas.

Tiga kru kapal terdiri atas Warta atau Surakman sebagai kapten, Surakman sebagai ABK, serta Heriyanto sebagai pemandu.

Salah satu dari mereka, Surakman, kini telah teridentifikasi melalui jasad yang ditemukan di Pulau Enggano.

Dengan demikian, tujuh orang lainnya—termasuk lima jurnalis—hingga kini masih belum ditemukan.

Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengatakan posisi KM Arupadhatu I juga belum ditemukan.

"Posisi kapal cepat KM Arupadatu I yang membawa lima jurnalis serta tiga kru hilang kontak di perairan Selat Sunda, Pandeglang hingga saat ini masih belum ditemukan," kata Hengki, Rabu (23/9/2026).

Penemuan Surakman memberikan kepastian identitas terhadap satu dari delapan orang yang sebelumnya dinyatakan hilang.

Namun, temuan tersebut belum menjawab keberadaan kapal maupun tujuh korban lainnya.

BACA JUGA

Lokasi Jasad ABK yang Bawa 5 Jurnalis Hilang 345 Km dari Titik Hilang Kontak

Lokasi penemuan jasad juga menjadi informasi penting bagi pemantauan lanjutan. Surakman ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, sementara kapal terakhir diketahui berada di kawasan Selat Sunda.

Jarak garis lurus antara Pulau Enggano dan Pulau Sebesi, lokasi terakhir kapal terdeteksi menurut informasi Komdigi, sekitar 345 kilometer.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa pencarian tidak hanya berkaitan dengan perairan sekitar titik hilang kontak, tetapi juga dengan kemungkinan pergerakan objek atau korban hingga wilayah pesisir yang lebih jauh.

Sebelum dihentikan pada 17 September, tim SAR gabungan telah memperluas wilayah pencarian. Pada hari ke-10, area pencarian mencapai 8.509 mil laut persegi dan dibagi menjadi 10 sektor.

Operasi tersebut tidak menemukan kapal maupun korban lain. Karena itu, setelah masa operasi berakhir, Basarnas melakukan pemantauan dan koordinasi lintas wilayah.

Kondisi tersebut membuat informasi dari masyarakat, termasuk nelayan yang beraktivitas di perairan sekitar Bengkulu, Lampung, dan wilayah lain, menjadi salah satu sumber informasi yang tetap dipantau.

Bagi keluarga tujuh korban yang belum ditemukan, identifikasi Surakman memberikan kepastian terhadap satu keluarga, tetapi sekaligus menegaskan bahwa sebagian besar rombongan masih belum diketahui keberadaannya.

BACA JUGA

Pencarian 5 Jurnalis Hilang Dihentikan, Keluarga Tabur Bunga

Pemerintah Provinsi Banten menyatakan akan mendampingi keluarga korban dan menyampaikan perkembangan informasi yang diperoleh.

"Kepada keluarga dari tujuh korban yang belum ditemukan, semoga kita segera mendapatkan titik terang dan akan terus diinformasikan," kata Gubernur Banten Andra Soni.

Sementara itu, keluarga Surakman bersiap menerima kepulangan jenazah untuk dimakamkan di Pandeglang. Pemerintah daerah dan kepolisian juga menyatakan akan mendampingi proses pemulangan dan pemakaman tersebut.

Untuk saat ini, belum ada keputusan mengenai pembukaan kembali operasi SAR gabungan.

Basarnas menyatakan koordinasi dan pemantauan tetap dilakukan, khususnya di wilayah pesisir Bengkulu dan Lampung.

Al Amrad mengatakan pihaknya belum mendapatkan informasi mengenai keberadaan tujuh korban lain maupun kapal Arupadhatu I.

"Hingga saat ini Bengkulu masih melaksanakan koordinasi dan itu nihil, termasuk yang di wilayah Lebak," ujarnya.

Artinya, langkah berikutnya sangat bergantung pada munculnya informasi atau petunjuk baru yang dapat menjadi dasar pencarian lanjutan.

BACA JUGA

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru di Anak Krakatau Resmi Dihentikan Sementara itu, jenazah Surakman telah diberangkatkan dari Bengkulu menuju Jakarta pada Kamis (24/9/2026) untuk proses serah terima kepada pihak Polda Banten.

Dengan demikian, perkembangan terbaru belum berupa pembukaan kembali operasi pencarian, melainkan pergeseran dari operasi SAR aktif menuju pemantauan dan koordinasi lintas wilayah sambil menunggu petunjuk baru.

Penemuan Surakman menjadi titik informasi penting, tetapi keberadaan lima jurnalis dan dua kru lainnya masih menjadi pertanyaan yang belum terjawab. (*)


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK