Fakta Nasional

Jawab Kritik Diplomat Senior, Diaspora Muda Nilai Lawatan Luar Negeri Presiden Prabowo Bawa Hasil Strategis

FAKTANASIONAL.NET — Langkah diplomasi internasional yang gencar dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto mendapatkan pembelaan dari kalangan generasi muda di luar negeri. Ketua Umum Diaspora Muda Nusantara, Muh. Akmal Harviansyah, menilai penjelasan…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 04 June 2026 📖 2 menit
Jawab Kritik Diplomat Senior, Diaspora Muda Nilai Lawatan Luar Negeri Presiden Prabowo Bawa Hasil Strategis
Seskab Teddy/Dok. Ist

FAKTANASIONAL.NET  — Langkah diplomasi internasional yang gencar dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto mendapatkan pembelaan dari kalangan generasi muda di luar negeri.

Ketua Umum Diaspora Muda Nusantara, Muh. Akmal Harviansyah, menilai penjelasan yang disampaikan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya terkait capaian konkret kunjungan kerja kepala negara ke berbagai negara sudah sangat tepat dan komprehensif.

Akmal memandang bahwa keberhasilan esensi diplomasi internasional suatu negara tidak boleh hanya diukur secara dangkal dari frekuensi perjalanan atau intensitas pertemuan seremonial belaka.

Baca Juga: Kasus Suap Dinas PUPR OKU: KPK Jadwalkan Bupati Teddy Meilwansyah Jadi Saksi di Sidang Besok

Parameter utama yang harus dilihat adalah sejauh mana manfaat strategis dan keuntungan nasional yang berhasil diamankan untuk kepentingan bangsa dan negara di panggung global.

“Kami melihat penjelasan Seskab Teddy Indra Wijaya cukup komprehensif. Diplomasi aktif Presiden Prabowo justru menjadi instrumen penting untuk memperkuat posisi Indonesia di tengah perubahan geopolitik dan ekonomi dunia,” ujar Akmal Harviansyah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Hasil Nyata Mulai Investasi hingga Pertahanan

Lebih lanjut, Akmal menilai data dan capaian yang dipaparkan oleh pemerintah membuktikan bahwa lawatan luar negeri Presiden Prabowo bukan sekadar agenda normatif.

Pemerintah dinilai berhasil membawa pulang komitmen nyata yang mencakup penguatan hubungan strategis dengan berbagai negara mitra utama, peningkatan kerja sama ekonomi bilateral, perluasan investasi asing, penguatan sektor pertahanan, hingga pembukaan akses pasar baru bagi produk-produk Indonesia.

Di sisi lain, Akmal menegaskan bahwa munculnya gelombang kritik dan masukan dari berbagai elemen publik merupakan hal yang wajar dan menjadi bagian penting dalam iklim demokrasi yang sehat.

Kendati demikian, ia mengingatkan agar setiap kritik yang dilayangkan tetap berpijak pada basis data yang valid dan fakta lapangan yang utuh, bukan sekadar sentimen negatif.

Respons Pandangan Eks Wamenlu Dino Patti Djalal

Secara khusus, Akmal juga merespons kritik yang sebelumnya sempat dilontarkan oleh diplomat senior sekaligus mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, mengenai efisiensi anggaran belanja perjalanan dinas luar negeri pemerintah.

“Kami menghormati pandangan Bapak Dino Patti Djalal sebagai diplomat senior. Namun kami tidak sependapat apabila kunjungan luar negeri Presiden dipersepsikan seolah hanya membebani negara,” tegas Akmal.

Ia mengimbau agar ruang publik melihat keberhasilan luar negeri Indonesia saat ini secara lebih objektif melalui indikator-indikator riil yang diperoleh, termasuk semakin tingginya minat investor asing untuk menanamkan modal di tanah air berkat jaminan stabilitas politik dalam negeri.

“Bicara diplomasi harus bicara hasil. Dan ketika hasilnya adalah terbukanya peluang investasi, penguatan kerja sama strategis, serta meningkatnya posisi Indonesia di panggung global, maka itu patut diapresiasi,” pungkas Akmal.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK