Fakta Nasional

Jemaah Haji Banyak yang Wafat Sebelum Puncak, DPR Dorong Investigasi Proses Pemeriksaan Kesehatan

JAKARTA, FAKTNASIONLA.NET – Tim Pengawas Haji DPR RI mendorong perlunya investigasi menyeluruh terhadap pelaksanaan proses pemeriksaan kesehatan jemaah haji. Hal tersebut diperlukan guna mengetahui penyebabnya banyaknya jemaah haji Indonesia yang wa…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Editor Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 27 May 2025 📖 1 menit
Jemaah Haji Banyak yang Wafat Sebelum Puncak, DPR Dorong Investigasi Proses Pemeriksaan Kesehatan
Menhaj melepas langsung kepulangan perdana jemaah haji Indonesia ke Tanah Air sekaligus menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan pelayanan selama operasional haji berlangsung./net.
) -->

JAKARTA, FAKTNASIONLA.NET – Tim Pengawas Haji DPR RI mendorong perlunya investigasi menyeluruh terhadap pelaksanaan proses pemeriksaan kesehatan jemaah haji. Hal tersebut diperlukan guna mengetahui penyebabnya banyaknya jemaah haji Indonesia yang wafat sebelum puncak ibadah haji.

Anggota Tim Pengawas Haji DPR RI sekaligus Anggota Komisi VIII DPR RI, Maman Imanul Haq, menyoroti kemungkinan adanya kelonggaran dalam proses pemeriksaan kesehatan.

“Komisi VIII selalu menekankan pentingnya istitha’ah dalam kesehatan. Iistitha’ah kesehatan ini harus benar-benar dipahami bukan hanya oleh jemaah, tetapi juga tim medis. Jangan sampai ada yang diloloskan karena kedekatan pribadi, seperti saudara atau sahabat,” kata Maman, Senin (26/5/2025).

“Tahun lalu, ada jemaah yang sudah sampai di asrama haji namun tidak jadi diberangkatkan setelah pemeriksaan ulang menyatakan yang bersangkutan tidak layak terbang,” ungkap dia.

Namun, lanjut Maman, kejadian serupa tampaknya masih terulang. Ia mencontohkan kasus jemaah asal Sidoarjo yang wafat akibat serangan jantung di dalam pesawat.

“Ini membuktikan bahwa masih ada yang perlu diinvestigasi secara serius,” tegas Politisi Fraksi PKB ini.

Menurutnya, proses penyaringan kesehatan harus dilakukan secara berlapis dan melibatkan keluarga.

“Keluarga jangan justru mendorong keberangkatan dengan alasan yang tidak logis, seperti keinginan wafat di Tanah Suci. Itu harus diluruskan,” katanya.

Maman mengingatkan bahwa kematian bukanlah sesuatu yang bisa dirancang. Ia pun mendesak agar Kementerian Kesehatan, tim medis, dan keluarga terus menanamkan kesadaran bahwa faktor kesehatan adalah syarat mutlak dalam keberangkatan haji.

“Faktor kesehatan harus jadi prioritas utama,” pungkas Maman.

Diketahui, Operasional haji 1446 H/2025 M masih memasuki fase pemberangkatan jemaah ke Arab Saudi. Hingga, Minggu (25/5) lebih dari 160.000 jemaah tiba di Tanah Suci, sementara jemaah wafat bertambah menjadi 58 orang.

Jumlah jemaah wafat ini mengacu pada data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) yang diakses pada Minggu (25/5) pukul 12.00 WIB. Mayoritas jemaah wafat adalah laki-laki.[zul]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK