Jembatan Gantung Air Terjun Cunca Wulang Labuan Bajo Ambruk, Dua Turis Asal Austria Tewas Terjatuh
FAKTANASIONAL.NET — Kawasan wisata Air Terjun Cunca Wulang di Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) diguncang peristiwa tragis. Dua wisatawan mancanegara (wisman) asal Austria, Jurgen Perjul (55) dan Astrid Perjul…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET — Kawasan wisata Air Terjun Cunca Wulang di Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) diguncang peristiwa tragis. Dua wisatawan mancanegara (wisman) asal Austria, Jurgen Perjul (55) dan Astrid Perjul (57), tewas mengenaskan setelah jatuh dari jembatan gantung setinggi 20 meter yang mendadak ambruk total akibat rapuhnya struktur kayu.
Aparat kepolisian dari Polres Manggarai Barat kini bergerak cepat mengusut tuntas insiden maut ini. Investigasi difokuskan pada dugaan kelalaian pihak pengelola terkait aspek keselamatan dan pemeliharaan infrastruktur di destinasi wisata populer tersebut.
Detik-Detik Mencekam di Atas Jembatan
Muhamad Muhardin (30), pemandu wisata yang mendampingi korban, membeberkan kronologi mencekam saat pasangan suami istri tersebut jatuh bebas ke dasar jurang.
Peristiwa bermula ketika kedua korban tiba di lokasi sekitar pukul 09.20 WITA bersama sopir pribadi mereka, Julius Mam (45). Setelah melakukan registrasi di pos tiket, mereka memulai aktivitas trekking ke arah air terjun dengan dipandu oleh Muhardin.
Setibanya di jembatan gantung kayu yang membentang di atas aliran sungai berbatu, kedua korban berniat membuat dokumentasi video pendek.
Mereka kemudian menyerahkan ponsel kepada Muhardin untuk merekam perjalanan mereka dari arah belakang. Namun malang, baru melangkah sekitar 10 meter, struktur jembatan mendadak patah.
"Tiba-tiba terdengar suara kayu patah yang sangat keras seperti dahan pohon besar yang tumbang. Dalam hitungan detik, jembatan langsung ambruk total. Saya melihat mereka berdua jatuh bebas ke bawah dan langsung menghantam batu-batu sungai yang besar di dasar jurang," kenang Muhardin saat memberikan kesaksian di Labuan Bajo, seperti dilansir Detik, Minggu (24/5).
Melihat situasi tersebut, Muhardin langsung berlari ke pos tiket untuk meminta bantuan. Tim SAR gabungan yang dikerahkan harus berjibaku melewati medan sungai Cunca Wulang yang sempit, terjal, dan dipenuhi batuan licin sebelum akhirnya berhasil mengevakuasi jenazah kedua korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Komodo, Labuan Bajo.
Polisi Selidiki Dokumen SOP dan Pengelola
Pasca-insiden, jajaran Sat Reskrim Polres Manggarai Barat langsung mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan memasang garis polisi untuk menjaga keaslian bukti fisik.
"Prioritas utama kami sesaat setelah kejadian adalah mengevakuasi korban dan langsung mengamankan TKP guna menjaga keaslian bukti-bukti fisik atau mempertahankan status quo," tegas Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang.
AKBP Christian Kadang menyatakan pihaknya akan menindak tegas jika ditemukan adanya unsur kelalaian dari pengelola yang mencoreng citra pariwisata daerah.
Tim Identifikasi telah diterjunkan untuk memeriksa kelaikan teknis material jembatan gantung tersebut.
Polisi juga mengonfirmasi agenda pemanggilan pihak pengelola destinasi wisata Cunca Wulang—yang berada di bawah naungan Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan Manggarai Barat—untuk diperiksa terkait standar operasional prosedur (SOP) keselamatan dan pemeliharaan fasilitas publik.
Selain melakukan penyelidikan internal, Polres Manggarai Barat saat ini tengah membangun komunikasi intensif dengan Kedutaan Besar Austria di Jakarta guna memproses pengamanan barang pribadi korban serta memfasilitasi repatriasi (pemulangan) jenazah ke negara asal.
Sebagai informasi, objek wisata Air Terjun Cunca Wulang terletak sekitar 1,5 jam perjalanan darat dari pusat kota Labuan Bajo dan selama ini menjadi salah satu destinasi alam favorit bagi para pelancong domestik maupun mancanegara.
Baca Juga: Pesona Malam Unjuk Bakat Jagau Nyai 2026: Kalteng Cari Agen Perubahan Pariwisata
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.