Johan Rosihan Kritik Rencana Impor Sapi Perah untuk Program MBG
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Anggota DPR RI, Johan Rosihan, menyuarakan kritik terhadap rencana pemerintah untuk mengimpor 1 juta ekor sapi perah guna mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Politisi Fraksi PKS ini menilai langkah tersebut kon…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET- Anggota DPR RI, Johan Rosihan, menyuarakan kritik terhadap rencana pemerintah untuk mengimpor 1 juta ekor sapi perah guna mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Politisi Fraksi PKS ini menilai langkah tersebut kontraproduktif dan malah memperparah ketergantungan Indonesia pada impor pangan.
"Saya mendukung penuh program MBG, namun pelaksanaan program ini jangan sampai malah memperburuk kondisi ketahanan pangan kita," tegas Johan dalam keterangan tertulisnya, Jumat (11/10/2024).
Johan mempertanyakan urgensi impor sapi perah dalam skala besar sementara potensi lokal belum digali secara maksimal. Ia menyoroti bahwa Indonesia sudah sangat bergantung pada impor daging sapi dan susu. "Mengapa kita tidak fokus pada upaya meningkatkan produksi pangan lokal, seperti ikan, telur, dan sayuran, yang juga kaya akan nutrisi?" tanyanya.
Politisi asal Dapil Nusa Tenggara Barat ini berpendapat bahwa program MBG seharusnya menjadi momentum untuk mendorong konsumsi pangan lokal yang lebih beragam. "Dengan begitu, kita tidak hanya meningkatkan gizi anak-anak, tetapi juga mendukung petani lokal dan memperkuat ketahanan pangan nasional," ujarnya.
Johan juga menyoroti pentingnya manajemen yang baik dalam pelaksanaan program MBG. "Agar program ini sukses, diperlukan anggaran yang memadai, manajemen logistik yang efektif, dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, swasta, dan masyarakat," tambahnya.
Sebagai alternatif, Johan mengusulkan agar pemerintah lebih fokus untuk memberikan dukungan kepada petani untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen. Meningkatkan nilai tambah produk pertanian lokal. Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang dan manfaat konsumsi pangan lokal.
"Dengan langkah-langkah tersebut, kita dapat mewujudkan program MBG yang berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat," tutup Johan. [dnl]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.