Fakta Nasional

Jokowi dan UGM, Ribet dan Berbelit

TAK hanya Jokowi, tapi juga UGM bikin ribet. Ogah tempuh jalan mudah. Sudah diputuskan sidang KIP agar menyerahkan dokumen yang merupakan dokumen publik yang diminta oleh Bonjowi sebagai penggugat, malah UGM banding pula ke PTUN. Di PTUN pun, terlih…

Penulis: M. Sahlan Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 22 July 2026 📖 1 menit
Jokowi dan UGM, Ribet dan Berbelit

TAK hanya Jokowi, tapi juga UGM bikin ribet. Ogah tempuh jalan mudah. Sudah diputuskan sidang KIP agar menyerahkan dokumen yang merupakan dokumen publik yang diminta oleh Bonjowi sebagai penggugat, malah UGM banding pula ke PTUN.

Di PTUN pun, terlihat ketidakseriusan UGM dalam persidangan. Ini diungkapkan salah seorang anggota Bonjowi, Lukas Luwarso, dalam talkshow Madilog diakun YouTube Forum Keadilan, baru-baru ini. Tak satupun dokumen yang diberikan.

KPU saja, baik yang di Surakarta, DKI Jakarta, dan Pusat, menerima saja putusan sidang KIP itu dan memberikan apa yang diminta oleh Bonjowi. UGM sebagai lembaga pendidikan yang terkemuka, justru tidak melakukan hal itu. Aneh saja.

Persis seperti sikap Jokowi terkait gugatan terhadap keaslian ijazahnya. Bukannya melakukan tindakan seperti yang dilakukan Arsul Sani, yang menjelaskan terkait ijazahnya, Jokowi malah melaporkan orang (Roy-Tifa) terkait orang yang menganggap ijazahnya palsu.

Dilaporkan ke Polisi, ditetapkan sebagai tersangka, sudah P21, dan sudah masuk pula Pengadilan, apakah sudah selesai? Tidak juga. Bahkan, mungkin baru saja dimulai.

Buktinya, Jokowi mengumpulkan kawan-kawan kuliahnya dulu ke Solo dan berencana ramai-ramai ke Jakarta sebagai saksi. Padahal, mengumpulkan saksi secara bersama-sama seperti itu tidak bisa dibenarkan. Itu sama saja dengan men-settingnya.

Kuasa hukum Roy Suryo, Refly Harun, wanti-wanti mengatakan bahwa persidangan kliennya bukan membuktikan keaslian ijazah Jokowi, melainkan Pengadilan pencemaran nama baik, fitnah, dan lain sebagainya. Makanya dia sangat pesimis.

Kecuali, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur membuat terobosan sendiri, agar keaslian ijazah Jokowi yang terlebih dahulu diuji, sesuai permintaan terdakwa Tifa dalam eksepsinya sebelumnya. Tapi, itu kecil kemungkinan.

Kalau bisa dipersulit, kenapa harus dipermudah? Begitulah kira-kira.

ERIZAL (Analis/pegiat media sosial)


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK