Fakta Nasional

Jurus Madura Keluar dari Barisan Belakang: KEK Tembakau Dinilai Solusi Ekonomi Komprehensif

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Gagasan pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau di Madura disambut baik oleh akademisi sebagai momentum untuk melakukan perbaikan tata ekonomi regional secara komprehensif. Rektor Universitas Trunojoyo Madura (…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 19 November 2025 📖 1 menit
Jurus Madura Keluar dari Barisan Belakang: KEK Tembakau Dinilai Solusi Ekonomi Komprehensif
Terhimpit Ratusan Regulasi, Masa Depan Industri Tembakau Kian Tak Menentu/(pixabay)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Gagasan pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau di Madura disambut baik oleh akademisi sebagai momentum untuk melakukan perbaikan tata ekonomi regional secara komprehensif. Rektor Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Prof. Safi, menyampaikan pandangan tersebut saat memberikan sambutan di Seminar KEK Tembakau yang digelar Komunitas Muda Madura (Kamura) di UTM BangkalanBangkalan,  dilansir pada 19 November 2025.

Menurut Safi, KEK Tembakau harus menjadi terobosan nasional agar Madura tidak lagi berada di posisi paling belakang dalam berbagai indikator ekonomi. Ia menggarisbawahi pentingnya forum ini karena secara langsung menyentuh persoalan ekonomi paling mendasar di Madura, yaitu tataniaga dan hilirisasi produk tembakau.

UTM Siap Jadi Pusat Riset Industrialisasi Madura

Prof. Safi menyatakan kebanggaannya karena UTM menjadi tuan rumah untuk mengurai persoalan ekonomi Madura, khususnya yang berkaitan dengan tembakau. Ia menegaskan kesiapan institusinya untuk berperan aktif.

Mengawal Terwujudnya Kebijakan

UTM bertekad menjadi pusat gagasan, pusat riset, dan pusat kebijakan bagi industrialisasi Madura. Komitmen ini bertujuan untuk mengawal gagasan KEK Tembakau agar benar-benar terwujud dan memberikan dampak signifikan bagi perbaikan kondisi ekonomi di Pulau Garam.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK