Fakta Nasional

Kado Pahit Ulang Tahun Ke-84: Harta Prajogo Pangestu Merosot Rp69 Triliun Akibat Efek Domino MSCI

FAKTANASIONAL.NET – Hari ulang tahun ke-84 taipan ternama Indonesia, Prajogo Pangestu, pada Rabu (13/5/2026) justru diwarnai dengan guncangan hebat di pasar modal. Kekayaan orang terkaya di tanah air ini dilaporkan merosot tajam sebesar Rp69 triliun…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 14 May 2026 📖 2 menit
Kado Pahit Ulang Tahun Ke-84: Harta Prajogo Pangestu Merosot Rp69 Triliun Akibat Efek Domino MSCI
Kado Pahit Ulang Tahun Ke-84: Harta Prajogo Pangestu Merosot Rp69 Triliun Akibat Efek Domino MSCI/(Foto: Instagram)
) -->

FAKTANASIONAL.NET – Hari ulang tahun ke-84 taipan ternama Indonesia, Prajogo Pangestu, pada Rabu (13/5/2026) justru diwarnai dengan guncangan hebat di pasar modal.

Kekayaan orang terkaya di tanah air ini dilaporkan merosot tajam sebesar Rp69 triliun hanya dalam satu hari perdagangan.

Anjloknya nilai portofolio ini dipicu oleh keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mengeluarkan sejumlah saham Grup Barito dari indeks global mereka.

Berdasarkan data perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), enam saham milik Prajogo kompak berakhir di zona merah.

Saham-saham tersebut meliputi Barito Renewables Energy (BREN), Chandra Daya Investasi (CDIA), Petrosea (PTRO), Petrindo Jaya Kreasi (CUAN), Barito Pacific (BRPT), dan Chandra Asri Pacific (TPIA). Kejadian ini bertepatan dengan momen bertambahnya usia sang pengusaha yang lahir di Kalimantan Barat pada 13 Mei 1944.

Keputusan MSCI untuk mengeluarkan BREN, TPIA, dan CUAN dari Global Standard Index memicu aksi jual masif oleh para investor. Akibatnya, IHSG turut terseret turun nyaris 2 persen ke level 6.700-an.

Dilansir dari laporan bursa, total kapitalisasi pasar yang hilang dari kejatuhan enam emiten milik Prajogo mencapai angka fantastis, yakni Rp159 triliun dalam tempo singkat.

Kerugian paling jumbo dialami oleh BREN yang mencatatkan penurunan nilai aset sebesar Rp25,31 triliun.

Tak ketinggalan, TPIA dan BRPT juga menyumbang kerugian masing-masing sebesar Rp19,29 triliun dan Rp13,38 triliun. Hal ini menempatkan emiten-emiten tersebut dalam daftar 10 saham yang paling membebani kinerja indeks hari ini.

Penurunan tajam hari ini menambah panjang catatan merosotnya harta kekayaan Prajogo Pangestu. Mengutip data Forbes Realtime Billionaire, kekayaannya kini tercatat berada di angka US$ 18,7 miliar atau sekitar Rp325 triliun.

Angka ini jauh menurun jika dibandingkan dengan puncaknya pada Mei 2024 yang sempat menembus US$ 70 miliar atau setara Rp1.200 triliun.

Dalam kurun waktu dua tahun, valuasi kekayaannya telah tergerus sekitar Rp875 triliun. Volatilitas saham di sektor energi terbarukan dan petrokimia yang menjadi tulang punggung bisnis Grup Barito sangat dipengaruhi oleh sentimen indeks global.

Meskipun demikian, Prajogo tetap menjadi salah satu tokoh sentral dalam peta ekonomi Indonesia dengan pengaruh bisnis yang sangat luas di berbagai sektor strategis.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK