Fakta Nasional

Kapal Pesiar Haji Isam Pakai Logo Kemhan, Ternyata Dipakai untuk Proyek Ketahanan Pangan

FAKTANASIONAL.NET - Kementerian Pertahanan (Kemhan) memberikan penjelasan mengenai penggunaan logo kementerian pada kapal pesiar J7 Explorer milik pengusaha asal Kalimantan Selatan, Andi Samsudin Arsyad atau Haji Isam. Kapal milik Jhonlin Marine Tra…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Monday, 17 August 2026 📖 1 menit
Kapal Pesiar Haji Isam Pakai Logo Kemhan, Ternyata Dipakai untuk Proyek Ketahanan Pangan
Kapal Pesiar Haji Isam Pakai Logo Kemhan, Ternyata Dipakai untuk Proyek Ketahanan Pangan/(Instagram)

FAKTANASIONAL.NET - Kementerian Pertahanan (Kemhan) memberikan penjelasan mengenai penggunaan logo kementerian pada kapal pesiar J7 Explorer milik pengusaha asal Kalimantan Selatan, Andi Samsudin Arsyad atau Haji Isam.

Kapal milik Jhonlin Marine Transport tersebut sebelumnya ramai diperbincangkan setelah logo resmi Kemhan terlihat pada bagian lambung kapal.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan Brigadir Jenderal Rico Ricardo Sirait mengatakan kapal swasta itu digunakan untuk mendukung operasi dan kebutuhan logistik program strategis nasional, terutama percepatan ketahanan pangan.

“Pemanfaatannya diarahkan penuh untuk menyokong kerja besar negara dalam mewujudkan swasembada pangan,” kata Rico dalam keterangan tertulis, dikutip 16/8/2026 dari CNN Indonesia.

Menurut Rico, logo Kemhan dipasang sebagai penanda bahwa kegiatan operasional armada tersebut berada dalam otoritas serta penugasan pemerintah.

Kapal juga dimanfaatkan untuk mobilisasi kebutuhan program ketahanan pangan di sejumlah wilayah, termasuk Wanam, Papua Selatan, Kalimantan, dan Sumatera.

Haji Isam membenarkan kapal J7 Explorer merupakan miliknya. Kapal berbobot 8.076 GT itu dibangun di Batam dan rampung pada 2022.

Kapal tersebut kemudian dimodifikasi menjadi kapal induk sekaligus pangkalan bergerak atau floating base camp untuk mendukung proyek pencetakan sawah skala besar di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.

Isam menjelaskan kapal itu berperan sebagai pusat koordinasi, tempat tinggal sementara tenaga ahli, sekaligus titik pendukung rantai logistik karena kondisi geografis Papua Selatan yang terisolasi dan minim infrastruktur darat.

Untuk mengejar target proyek, sekitar 2.000 ekskavator didatangkan dari China. Tenaga ahli dari China, Jepang, dan Eropa juga dilibatkan.

“Sekitar 2.000 ekskavator didatangkan dari China. Selain itu, tenaga ahli dari China, Jepang, dan Eropa juga dilibatkan untuk mendukung pekerjaan di lapangan,” kata Isam, dikutip dari CNN Indonesia.

Ia menyebut keterlibatannya merupakan bagian dari dukungan swasta terhadap agenda ketahanan pangan pemerintahan Prabowo Subianto, sekaligus amanah negara yang diharapkan membuka lapangan kerja bagi masyarakat Papua.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK