Kapolri Suyudi Ario Seto Perintahkan Operasi Serentak, Ratusan Orang Diamankan di Jakarta hingga Makassar
FAKTANASIONAL.NET - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menggelar operasi serentak untuk memberantas peredaran narkotika di sejumlah wilayah rawan di Indonesia. Operasi yang berlangsung di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menggelar operasi serentak untuk memberantas peredaran narkotika di sejumlah wilayah rawan di Indonesia.
Operasi yang berlangsung di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto tersebut menyasar sejumlah kawasan yang dikenal sebagai kampung narkoba, termasuk di Jakarta, Makassar, dan Sumatera Utara.
Langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri untuk membersihkan lokasi yang diduga menjadi pusat peredaran narkotika.
Dikutip dari CNN Indonesia, penggerebekan dilakukan oleh personel gabungan dari kepolisian, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan TNI.
Di Jakarta Barat, sebanyak 700 personel gabungan menggerebek Kampung Ambon dan Kampung Boncos pada Jumat (9/10). Aparat mengamankan 24 orang, terdiri atas 16 orang dari Kampung Ambon dan delapan orang dari Kampung Boncos.
Petugas turut menyita sabu, ganja, timbangan, senjata tajam, serta alat isap narkotika. Penggeledahan juga menemukan lapak yang disewakan kepada pengguna, lengkap dengan alat isap atau bong. Sejumlah barang dilaporkan disimpan di kamar kos dan kendaraan bermotor.
Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Bismo Teguh Prakoso menyatakan, pengguna yang terbukti tidak terlibat sebagai pengedar akan diarahkan menjalani rehabilitasi.
"Kalau pengguna kita akan rehab ya, kita akan pulihkan, karena mereka adalah korban penyalahgunaan," ucap Bismo.
Sementara itu, penggerebekan di Kampung Borta, Kecamatan Tallo, Makassar, pada Jumat (9/10) diwarnai perlawanan. Warga melempari petugas menggunakan batu dan kayu. Polisi kemudian merobohkan pagar besi dan pintu baja yang membatasi akses kawasan tersebut.
Sebanyak 104 orang diamankan, termasuk tiga orang yang diduga bandar berinisial P, W, dan A. Salah satunya, P, merupakan residivis sekaligus daftar pencarian orang (DPO) kasus narkotika. Ia sempat berusaha kabur melalui atap rumah sebelum ditangkap dengan bantuan pemantauan drone.
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana membenarkan penangkapan tersebut. Polisi menyita 110 gram sabu, uang tunai Rp49,6 juta, dan 104 set bong.
Operasi berlanjut di Sumatera Utara pada Minggu (11/10). Bareskrim Polri bersama Polda Sumut mengerahkan 451 personel untuk menyasar sembilan wilayah, yakni Medan, Asahan, Madina, Karo, Sibolga, Toba, Samosir, Nias Selatan, dan Pakpak Bharat.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Kristian Parluhutan Siagian menyebutkan, sebanyak 36 orang diamankan. Dari jumlah itu, 28 orang yang dinyatakan sebagai pengguna akan direhabilitasi, sedangkan delapan orang yang diduga pengedar diproses hukum. Petugas juga menyita mesin judi dingdong.
Kristian menegaskan operasi tersebut merupakan tindak lanjut perintah Presiden dan Kapolri. Ia menyampaikan bahwa penggerebekan kampung narkoba dilaksanakan di seluruh Indonesia.
Suyudi baru dilantik sebagai Kapolri pada Kamis (1/10), menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Sebelum menjabat Kapolri, Suyudi memimpin BNN setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 25 Agustus 2025. Pengalamannya dalam pemberantasan narkotika menjadi bagian dari perjalanan kariernya sebelum memegang komando tertinggi di Polri.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.