Fakta Nasional

Kapur Barus, Komoditas Emas dari Barus yang Disebut dalam Al-Qur'an

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Indonesia, dengan kekayaan alamnya yang luar biasa, menyimpan kisah sejarah perdagangan yang melibatkan komoditas langka. Salah satu kisah paling menarik adalah tentang kapur barus atau kamper alami, yang pernah menjadi…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Sunday, 16 November 2025 📖 2 menit
Kapur Barus, Komoditas Emas dari Barus yang Disebut dalam Al-Qur'an
Kapur Barus, Komoditas Emas dari Barus yang Disebut dalam Al-Qur'an/(pixabay)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Indonesia, dengan kekayaan alamnya yang luar biasa, menyimpan kisah sejarah perdagangan yang melibatkan komoditas langka. Salah satu kisah paling menarik adalah tentang kapur barus atau kamper alami, yang pernah menjadi incaran utama para pedagang dari Timur Tengah. Benda wangi ini bahkan dipercaya sebagai "kafūr" yang dijanjikan Allah bagi orang berbuat kebaikan, merujuk pada tafsiran Surah Al-Insan ayat 5. Kapur barus yang dimaksud (Dryobalanops aromatica) bukanlah produk sintetis naphthalene yang kita kenal saat ini, melainkan getah pohon alami yang menyehatkan dan sangat wangi, yang sulit ditemukan di tanah Arab. Kebutuhan akan kamper inilah yang akhirnya membawa para pedagang Arab berlayar jauh ke Timur, menemukan pusat produksinya yang kini dikenal sebagai Indonesia.

Barus, Pelabuhan Emas Penghasil Kamper Bermutu Tinggi

Catatan sejarah menunjukkan bahwa pusat utama tanaman kamper yang dicari tersebut berada di Pulau Sumatra, tepatnya di Fansur atau Barus (sekarang Tapanuli Tengah). Sejarawan seperti Edward Mc. Kinnon mencatat bahwa Barus telah menjadi pelabuhan dagang yang sangat penting untuk komoditas ini. Kamper Barus dikenal memiliki mutu yang jauh lebih unggul dibandingkan dengan yang berasal dari Malaya atau Kalimantan. Sejak abad ke-9 M, pedagang Arab seperti Ibn Al-Faqih telah menyebut Fansur sebagai penghasil utama kapur barus, pala, cengkih, dan kayu cendana. Bahkan, catatan Romawi oleh Ptolemy sudah menyinggung Barus sejak abad ke-1 Masehi, membuktikan Barus sudah dikenal dunia sejak lama.

Kedatangan Pedagang Arab dan Munculnya Jejak Awal Islam

Perdagangan kamper yang ramai ini memicu kedatangan rombongan pedagang Arab secara berkelanjutan. Mereka menempuh pelayaran panjang dari Teluk Persia, melewati Sri Lanka, hingga tiba di pantai Barat Sumatra. Kapal-kapal besar mereka berlabuh untuk mengangkut kamper Barus yang bernilai jual tinggi di pasar internasional. Namun, kedatangan mereka tidak hanya bermotif dagang. Seiring berjalannya waktu, para pedagang ini turut membawa dan menyebarkan agama Islam. Barus, bersama Thobri (Lamri) dan Haru, menjadi titik awal Islamisasi di Nusantara. Jejak ini diperkuat dengan adanya kompleks makam kuno Mahligai di Barus, yang memiliki nisan bertanggal abad ke-7 Masehi. Hal ini menguatkan teori bahwa Indonesia telah terhubung dengan jaringan perdagangan Muslim global sejak lama.[dit]

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK