Karhutla Indonesia Membara, 10 Negara Ini Sampai Turun Tangan
FAKTANASIONAL.NET - Upaya Indonesia menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendapat dukungan dari sejumlah negara. Bantuan tersebut salah satunya berupa pengerahan pesawat udara untuk mendukung pemadaman sekaligus penanganan dampak bencana.…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Upaya Indonesia menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendapat dukungan dari sejumlah negara.
Bantuan tersebut salah satunya berupa pengerahan pesawat udara untuk mendukung pemadaman sekaligus penanganan dampak bencana.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah memproses 35 izin khusus bagi pesawat udara dengan registrasi asing.
Izin tersebut diberikan kepada 11 pemegang Air Operator Certificate (AOC) dari delapan negara, dengan total armada mencapai 36 helikopter.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, mengatakan negara yang terlibat berasal dari Australia, Rusia, Amerika Serikat, Ukraina, Selandia Baru, Laos, Vietnam, dan Kanada.
"Negara asalnya dari Australia, Rusia, Amerika Serikat, Ukraina, Selandia Baru, Laos, Vietnam, dan Kanada," kata Lukman saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin. (Dikutip dari CNN Indonesia, 31 Agustus 2026).
Sebelas pemegang AOC yang terlibat yakni Ersa Eastern Aviation, Genesa Dirgantara, Falcon Patriot Utama, Pegasus Air Service, Whitesky Aviation, Smart Cakrawala Aviation, Elang Nusantara Air, Intan Angkasa Air Service, Volta Pasifik Aviasi, Dabi Air Nusantara, dan Derazona Air Service.
Kemenhub juga memberikan fleksibilitas agar pesawat yang telah mengantongi izin khusus dapat direposisi ke wilayah lain yang terdampak karhutla.
Operator hanya perlu menyampaikan pemberitahuan kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara maksimal 1 x 24 jam setelah reposisi.
Kebijakan tersebut mengacu pada Keputusan Dirjen Perhubungan Udara Nomor KP. 9 Tahun 2021 tentang Otorisasi Pengoperasian Pesawat Udara Asing.
Selain delapan negara tersebut, Jepang berencana mengerahkan tiga helikopter CH-4.
Sementara itu, Malaysia menyatakan Indonesia telah mengizinkan pesawatnya memasuki wilayah udara Indonesia untuk melakukan operasi penyemaian awan di sepanjang perbatasan kedua negara.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.