Fakta Nasional

Kasus Iklan Bank BJB: KPK Dalami Aliran Dana dan Aset Mantan Gubernur Jabar

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan pendalaman terhadap kasus dugaan korupsi pengadaan jasa iklan di Bank BJB. Baru-baru ini, penyidik memeriksa Randy Kusumaatmadja, asisten pribadi mantan Gubernur Jawa Ba…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 30 January 2026 📖 1 menit
Kasus Iklan Bank BJB: KPK Dalami Aliran Dana dan Aset Mantan Gubernur Jabar
Bupati Muara Enim Edison berjalan melewati kerumunan awak media saat tiba di Gedung Merah Putih KPK, Kavling C1, Kuningan, Jakarta Selatan./fkn
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan pendalaman terhadap kasus dugaan korupsi pengadaan jasa iklan di Bank BJB.

Baru-baru ini, penyidik memeriksa Randy Kusumaatmadja, asisten pribadi mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (RK). Pemeriksaan ini bertujuan untuk menggali lebih dalam mengenai aktivitas dan pembiayaan operasional RK selama menjabat sebagai pimpinan daerah.

Dalam proses penyidikan, KPK juga memeriksa sejumlah saksi di Polda Jawa Barat terkait mekanisme pengadaan jasa agensi iklan di bank daerah tersebut.

Fokus penyelidikan mencakup pola penukaran mata uang asing ke rupiah yang diduga dilakukan oleh pihak-pihak terkait. Penyidik berusaha memastikan apakah ada penyimpangan prosedur yang berujung pada kerugian negara dalam transaksi-transaksi tersebut.

KPK kini tengah membandingkan penghasilan resmi Ridwan Kamil dengan aset yang dimilikinya, termasuk beberapa unit usaha seperti kafe yang diduga belum tercantum dalam LHKPN.

Langkah ini diambil untuk melihat kewajaran harta kekayaan dibandingkan dengan profil pendapatan sebagai pejabat publik. Hingga saat ini, lima orang telah ditetapkan sebagai tersangka, dengan total kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 222 miliar yang diduga digunakan untuk dana non-bujeter.[dit],


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK