Fakta Nasional

Kasus Korupsi LPEI: Petinggi Diduga Terima "Kickback" 1 Persen dari Plafon Pinjaman

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap temuan baru terkait dugaan korupsi pemberian fasilitas pembiayaan dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) kepada PT Petro Energy (PE). Juru bicara KPK, Budi Prasetyo…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 02 December 2025 📖 1 menit
Kasus Korupsi LPEI: Petinggi Diduga Terima "Kickback" 1 Persen dari Plafon Pinjaman
Bupati Muara Enim Edison berjalan melewati kerumunan awak media saat tiba di Gedung Merah Putih KPK, Kavling C1, Kuningan, Jakarta Selatan./fkn

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap temuan baru terkait dugaan korupsi pemberian fasilitas pembiayaan dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) kepada PT Petro Energy (PE). Juru bicara KPK, Budi Prasetyo (1/12/2025), menyatakan penyidik menemukan adanya kesepakatan pemberian kickback sebesar 1 persen dari plafon pinjaman kepada petinggi LPEI.

Aliran Dana Hasil Suap kepada Petinggi LPEI

Berdasarkan alat bukti, Direktur Pelaksana 4 LPEI, Arif Setiawan (AS), diduga menerima total $200 ribu dolar AS dan S$500 ribu dolar Singapura pasca pencairan Kredit Modal Kerja Ekspor (KMKE). Selain itu, Direktur Pelaksana 1 LPEI, Dwi Wahyudi (DW), juga diduga menerima $100 ribu dolar AS. Temuan ini didapat penyidik dari klarifikasi, penelusuran dokumen, audit, dan keterangan para pihak.

Ancaman Hukuman Berat dan Potensi Kerugian Negara

Kasus ini, yang telah menyeret 5 tersangka (termasuk petinggi LPEI dan direksi PT PE), berpotensi merugikan keuangan negara hingga Rp 988 miliar (khusus PT PE), dari total potensi kerugian LPEI sebesar Rp 11,7 triliun. Sebelumnya, tim JPU KPK menuntut hukuman berat bagi para terdakwa di persidangan, termasuk tuntutan 11 tahun penjara untuk Jimmy Masrin.[dit]

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK