Fakta Nasional

Kasus Korupsi Papua: KPK Telusuri Aset Mewah Melalui Staf Ocean Apartment

FAKTANASIONAL.NET - Penyidikan kasus dugaan korupsi dana penunjang operasional di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua memasuki babak baru. KPK kini mulai membidik aset-aset yang diduga berasal dari hasil kejahatan tersebut. Pada Selasa, 31 Maret 202…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 01 April 2026 📖 1 menit
Kasus Korupsi Papua: KPK Telusuri Aset Mewah Melalui Staf Ocean Apartment
KPK menemukan indikasi TPPU dari kasus Silmy Karim./(ist/fkn)
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Penyidikan kasus dugaan korupsi dana penunjang operasional di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua memasuki babak baru. KPK kini mulai membidik aset-aset yang diduga berasal dari hasil kejahatan tersebut.

Pada Selasa, 31 Maret 2026, penyidik memanggil dua staf dari Ocean Apartment untuk memberikan keterangan terkait aliran dana dan kepemilikan aset para tersangka.

Kasus yang melibatkan mantan Bendahara Pengeluaran, Dius Enumbi, dan mendiang Lukas Enembe ini diperkirakan merugikan negara hingga Rp1,2 triliun.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa pemeriksaan staf Ocean Apartment bertujuan untuk mengklarifikasi dugaan pencucian uang. Pasalnya, sebagian dana korupsi diduga digunakan untuk gaya hidup mewah, termasuk pembelian unit properti hingga pesawat pribadi (private jet).

Sebelumnya, KPK telah melakukan penggeledahan di kantor Setda Pemprov Papua pada akhir tahun 2024. Dari sana, berbagai dokumen penting dan barang bukti elektronik berhasil diamankan untuk memperkuat konstruksi perkara.

Saat ini, fokus tim penyidik adalah mengejar aset-aset yang masih disembunyikan, termasuk pesawat pribadi dengan label RDG Airlines yang dilaporkan berada di luar negeri.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK