Fakta Nasional

Kasus Narkoba Mantan Kapolres Bima Kota: Bareskrim Tunggu Hasil Tes Rambut

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Penyidikan kasus dugaan keterlibatan mantan Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro, dalam jaringan narkoba terus bergulir. Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri saat ini tengah menanti hasil uji laborato…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 18 February 2026 📖 1 menit
Kasus Narkoba Mantan Kapolres Bima Kota: Bareskrim Tunggu Hasil Tes Rambut
Ilustrasi Narkoba/(pixabay)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Penyidikan kasus dugaan keterlibatan mantan Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro, dalam jaringan narkoba terus bergulir.

Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri saat ini tengah menanti hasil uji laboratorium terhadap sampel rambut istri Didik, Miranti Afriana, serta seorang anggota Polwan berinisial Aipda DA.

Hasil tes ini akan menjadi bukti krusial dalam menentukan arah penyidikan selanjutnya, dilansir pada 18 Februari 2026.

Hingga saat ini, status Miranti dan Aipda DA masih sebagai saksi. Kombes Zulkarnain Harahap dari Bareskrim Polri menyatakan bahwa pemeriksaan intensif terus dilakukan untuk mendalami peran masing-masing individu.

Kasus ini bermula dari penangkapan dua ART di NTB yang kedapatan menyimpan sabu, yang kemudian menyeret nama perwira menengah kepolisian melalui pengakuan tersangka lain.

Skandal ini semakin memanas setelah tim gabungan melakukan penggeledahan di kediaman pribadi AKBP Didik di Karawaci, Tangerang.

Dalam operasi tersebut, petugas menemukan beragam jenis narkotika mulai dari sabu seberat 16,3 gram, puluhan butir ekstasi, hingga psikotropika golongan IV seperti Alprazolam dan Happy Five.

Penemuan ini memperkuat dugaan adanya penyalahgunaan wewenang dan keterlibatan oknum aparat dalam peredaran gelap narkoba.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK