Fakta Nasional

Kasus Pelecehan di Pelatnas Panjat Tebing, Erick Thohir Ancam Cekal Pelaku Seumur Hidup

FAKTANASIONAL.NET – Dunia olahraga nasional kembali diguncang kabar miring. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, menyatakan akan mengusut tuntas dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik yang menimpa sejumlah atlet di lingkungan p…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 28 February 2026 📖 1 menit
Kasus Pelecehan di Pelatnas Panjat Tebing, Erick Thohir Ancam Cekal Pelaku Seumur Hidup
Menpora, Erick Thohir. (Dok. kemenpora)

FAKTANASIONAL.NET – Dunia olahraga nasional kembali diguncang kabar miring.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, menyatakan akan mengusut tuntas dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik yang menimpa sejumlah atlet di lingkungan pemusatan latihan nasional (Pelatnas) panjat tebing.

Pernyataan tegas ini disampaikan Erick saat meninjau ajang Asian Cadet dan Junior Fencing Championship 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jumat (27/2/2026). Ia menegaskan tidak ada ruang bagi kekerasan di dalam ekosistem olahraga Indonesia.

Erick memberikan peringatan keras kepada oknum-oknum yang mencoba mencederai mental dan fisik atlet. Menurutnya, sanksi administratif saja tidak cukup untuk memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan seksual.

Baca Juga: Pusaran Korupsi Kuota Haji: Eks Menpora Dito Ariotedjo Diperiksa KPK

“Saya akan pastikan kalau ada oknum-oknum yang melakukan pelecehan seksual kepada atlet kita, saya akan dorong tim bekerja keras untuk investigasi dan hukum seumur hidup (larangan terlibat di olahraga), dan kalau perlu dibawa ke polisi,” tegas Erick.

Sebagai langkah konkret merespons keresahan publik, Kemenpora kini membuka kanal pelaporan khusus bagi para atlet yang pernah atau sedang menjadi korban kekerasan.

Langkah ini diambil untuk memutus rantai "bungkam" yang sering terjadi di lingkungan atlet.

Pemerintah menjanjikan bahwa setiap laporan akan ditangani secara profesional dan transparan, mengingat posisi atlet sebagai aset bangsa yang rentan terhadap penyalahgunaan kekuasaan oleh oknum pelatih maupun pengurus.

Kasus di cabang panjat tebing ini menjadi sorotan tajam karena selama ini cabang tersebut merupakan salah satu lumbung prestasi internasional bagi Indonesia.

Erick berharap pengusutan ini menjadi momentum untuk membersihkan lingkungan olahraga nasional dari praktik-praktik non-teknis yang merugikan masa depan atlet.

Baca Juga: Sinergi Kemenpora dan KONI: PON 2028 NTB-NTT Fokus pada Prestasi Olimpiade dan Pemersatu Bangsa


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK