Fakta Nasional

Kasus Suap Bea Cukai: KPK Temukan Rp5 Miliar dalam 5 Koper

FAKTANASIONAL.NET - Kasus dugaan suap di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) memasuki babak baru. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengamankan barang bukti fantastis berupa uang tunai senilai Rp5 miliar. Penemuan ini merupa…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 27 February 2026 📖 1 menit
Kasus Suap Bea Cukai: KPK Temukan Rp5 Miliar dalam 5 Koper
Skandal Bea Cukai: KPK Temukan 5 Koper Uang di Safe House/(humas KPK)
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Kasus dugaan suap di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) memasuki babak baru.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengamankan barang bukti fantastis berupa uang tunai senilai Rp5 miliar.

Penemuan ini merupakan buntut dari pengembangan penyidikan terhadap praktik lancung di sektor kepabeanan dan cukai.

Penyidik KPK menetapkan Budiman Bayu Prasojo (BBP), Kepala Seksi di Direktorat P2 Bea Cukai, sebagai tersangka baru. Ia ditangkap di kantor pusat DJBC setelah sebelumnya diperiksa sebagai saksi, dilansir pada 27 Februari 2026.

Yang mengejutkan, uang miliaran rupiah tersebut ditemukan tersimpan rapi dalam lima buah koper di sebuah safe house di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan.

Uang tersebut terdiri dari berbagai mata uang asing, mulai dari dolar AS hingga ringgit Malaysia.

Skandal ini bermula dari dugaan manipulasi sistem pemeriksaan barang impor. Para oknum diduga mengatur agar barang-barang milik perusahaan tertentu masuk melalui "jalur hijau" tanpa pemeriksaan fisik, meskipun seharusnya melewati "jalur merah".

Dengan memodifikasi parameter pada mesin pemindai, barang-barang yang diduga ilegal atau palsu dapat melenggang masuk ke Indonesia. Sebagai imbalannya, para pejabat ini menerima "jatah" rutin setiap bulan yang kini tengah diusut tuntas oleh KPK.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK