Fakta Nasional

Kejagung Resmi Hentikan Pengumpulan Data Program Makan Bergizi Gratis

FAKTANASIONAL.NET - Kejaksaan Agung (Kejagung) akhirnya menerbitkan instruksi penghentian seluruh kegiatan pengumpulan data dan keterangan terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini dilakukan untuk mencegah potensi penyalahgunaan wewena…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 14 July 2026 📖 1 menit
Kejagung Resmi Hentikan Pengumpulan Data Program Makan Bergizi Gratis
Kejagung/(instagram)
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Kejaksaan Agung (Kejagung) akhirnya menerbitkan instruksi penghentian seluruh kegiatan pengumpulan data dan keterangan terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah ini dilakukan untuk mencegah potensi penyalahgunaan wewenang di lapangan setelah masa inventarisasi berakhir.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, mengonfirmasi bahwa perintah tersebut tertuang dalam Surat Nomor B-3256/F.2/Fd.2/07/2026 yang ditandatangani pada Jumat (10/7/2026).

"Benar, surat itu dikeluarkan karena batas waktu pengumpulan data-data sudah selesai dan surat itu dikeluarkan supaya tidak disalahgunakan dalam pelaksanaannya," kata Anang, dikutip dari ANTARA 14/7/2026.

Sebelumnya, Jampidsus memang memerintahkan kejaksaan di berbagai wilayah untuk mendata permasalahan dalam pelaksanaan MBG.

Namun, instruksi terbaru ini menegaskan bahwa segala bentuk pendataan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus diakhiri segera.

Isu sempat mencuat mengenai dugaan pemeriksaan paksa terhadap pengelola SPPG di Jawa Tengah, yang memicu surat internal kepolisian terkait prosedur pendampingan saksi.

Menanggapi hal tersebut, Kejati Jawa Tengah membantah adanya operasi tangkap tangan atau penggeledahan.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jawa Tengah, Arfan Triono, menyatakan bahwa petugas hanya melakukan pengumpulan keterangan secara persuasif dan profesional, di mana data yang dikumpulkan bersifat sukarela sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK