Fakta Nasional

Kejagung Resmi Tetapkan Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim Sebagai Tersangka

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menetapkan mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim sebagai tersangka kasus dugaan korupsi Program Digitalisasi Pendidikan period…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Editor Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 05 September 2025 📖 1 menit
Kejagung Resmi Tetapkan Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim Sebagai Tersangka
/Dok.Ist

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menetapkan mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim sebagai tersangka kasus dugaan korupsi Program Digitalisasi Pendidikan periode 2019–2022.

“Berdasarkan hasil penyidikan dan alat bukti, sore ini kami menetapkan tersangka baru dengan inisial NAM (Nadiem Anwar Makarim),” ujar Kapuspen Kejagung Anang Supriatna dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Kamis (4/9).

Sebelumnya, pada Kamis pagi, Nadiem datang ke Kejagung untuk menjalani pemeriksaan ketiganya dalam kasus ini bersama kuasa hukumnya, Hotman Paris Hutapea. Ia sebelumnya sudah dua kali diperiksa sebagai saksi pada 23 Juni dan 15 Juli lalu.

Penyidikan Kejagung menyoroti keuntungan yang diduga diterima Nadiem dari proyek pengadaan 1,2 juta unit laptop chromebook senilai Rp9,3 triliun. Program yang diperuntukkan bagi sekolah di daerah 3T ini dinilai tidak efektif karena banyak wilayah belum memiliki akses internet.

Selain Nadiem, Kejagung telah menetapkan empat tersangka lain, yakni Mulyatsyah (eks Direktur SMP Kemendikbudristek), Sri Wahyuningsih (eks Direktur SD Kemendikbudristek), Jurist Tan (mantan stafsus Mendikbudristek), serta Ibrahim Arief (mantan konsultan teknologi).

Kerugian negara akibat kasus ini diperkirakan mencapai Rp1,98 triliun, terdiri dari mark up harga laptop sebesar Rp1,5 triliun dan kerugian item software (CDM) senilai Rp480 miliar.[Zul]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK