Kejar 200 Penunggak Pajak Besar Senilai Rp 60 Triliun, Menkeu Purbaya Siapkan Langkah Tegas
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan akan menagih 200 penunggak pajak besar yang hingga kini belum melunasi kewajiban mereka, meski putusan pengadilan sudah inkracht. Total nilai utang pajak tersebut diperkirakan m…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan akan menagih 200 penunggak pajak besar yang hingga kini belum melunasi kewajiban mereka, meski putusan pengadilan sudah inkracht. Total nilai utang pajak tersebut diperkirakan mencapai Rp50–60 triliun.
“Kita sudah punya daftar 200 penunggak pajak besar yang kasusnya sudah berkekuatan hukum tetap. Nilainya Rp50–60 triliun dan dalam waktu dekat akan kita tagih. Mereka tidak bisa menghindar,” kata Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Senin (22/9/2025).
Purbaya menegaskan, Kemenkeu akan menggandeng aparat penegak hukum seperti Kejaksaan, Kepolisian, serta PPATK untuk menindak para wajib pajak yang tidak patuh.
Selain itu, upaya penagihan juga akan diperkuat dengan kerja sama pertukaran data bersama kementerian dan lembaga terkait.
Ia juga melaporkan perkembangan fiskal terkini. Hingga Agustus 2025, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tercatat Rp321,6 triliun atau setara 1,35 persen dari PDB. Angka ini lebih tinggi dibanding periode sama tahun lalu yang hanya 0,69 persen atau Rp153,4 triliun.
Target defisit APBN 2025 sendiri ditetapkan di level 2,78 persen, sementara keseimbangan primer tercatat surplus Rp22 triliun hingga akhir Agustus.
“Ini menunjukkan adanya percepatan belanja pemerintah agar keseimbangan primer sesuai dengan desain APBN 2025,” jelasnya.
Dari sisi pendapatan negara, realisasi hingga Agustus tercatat Rp1.638,7 triliun atau 57,2 persen dari target. Angka ini turun dibandingkan periode yang sama 2024 yang mencapai Rp1.777,3 triliun.
Adapun realisasi belanja negara mencapai Rp1.960,3 triliun atau 55,6 persen dari outlook, lebih tinggi dari tahun lalu yang sebesar Rp1.930,7 triliun.[zul]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.