Kejar Ketertinggalan di ASEAN, Pemerintah Desak Percepatan Roadmap Kemandirian Susu Nasional
FAKTANASIONAL.NET — Pemerintah mengambil langkah tegas untuk memangkas ketergantungan tinggi terhadap impor susu dengan mendorong percepatan penyusunan dan implementasi roadmap (peta jalan) kemandirian susu nasional. Langkah strategis ini dinilai kr…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET — Pemerintah mengambil langkah tegas untuk memangkas ketergantungan tinggi terhadap impor susu dengan mendorong percepatan penyusunan dan implementasi roadmap (peta jalan) kemandirian susu nasional.
Langkah strategis ini dinilai krusial demi memperkuat ketahanan pangan berbasis protein hewani di Tanah Air.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa penguatan sektor persusuan nasional tidak bisa dilakukan setengah-setengah.
Harus ada pembenahan total yang terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir demi mengejar lonjakan kebutuhan dalam negeri.
"Langkah kita semua, kegotongroyongan kita semua, untuk segera menyelesaikan roadmap produksi susu mulai dari hulu hingga hilir, wajib segera kita lakukan," ujar Hanif di Jakarta, dikutip Senin (15/6/2026).
Impor Susu Masih Menggurita di Angka 80 Persen
Urgensi penyusunan peta jalan ini bukan tanpa alasan. Hanif membeberkan data memprihatinkan terkait kesenjangan yang lebar antara produksi domestik dan konsumsi nasional:
-
Produksi Susu Nasional: Baru menyentuh angka sekitar 1 juta ton per tahun.
-
Kebutuhan Nasional: Telah menembus sekitar 400 juta ton per tahun.
-
Ketergantungan Impor: Lebih dari 80 persen kebutuhan susu masyarakat Indonesia terpaksa dipasok dari luar negeri.
"Itu berarti lebih dari 80 persen kebutuhan masih dipenuhi dari impor. Maka langkah-langkah kita semua untuk segera menyelesaikan roadmap produksi susu menjadi sangat penting," tuturnya.
Konsumsi Susu Indonesia Kalah dari Malaysia dan Vietnam
Kondisi ini diperparah dengan tingkat konsumsi susu masyarakat Indonesia yang masih sangat rendah. Di kawasan Asia Tenggara, posisi Indonesia berada di peringkat bawah dalam hal pemenuhan gizi dari susu.
"Di ASEAN saja, kita nomor enam atau nomor tujuh. Masih di bawah Vietnam, masih di bawah Singapura, masih di bawah Malaysia. Maka yang paling penting adalah terus melakukan sosialisasi sehingga tumbuh minat yang cukup besar, membangun iklim yang baik, dan menyelesaikan roadmap-nya," beber Hanif.
Hilirisasi dan Gotong Royong Investasi
Sebagai solusi jangka panjang, selain mendongkrak populasi sapi perah dan produktivitas peternak, pemerintah mendorong skema hilirisasi serta integrasi industri.
Sektor investasi juga diposisikan sebagai motor penggerak utama untuk mempercepat pertumbuhan industri ini.
"Hilirisasi dan integrasi menjadi sangat penting. Semua harus kita gotong royong, tidak bisa kita sendirian," tambahnya.
Hanif menegaskan, keberhasilan eksekusi roadmap kemandirian susu ini membutuhkan sinergi erat lintas sektor, mulai dari pemerintah, pelaku usaha skala besar, peternak lokal, akademisi, hingga kesadaran masyarakat itu sendiri.
Baca Juga: Badan Gizi Nasional Tegaskan MBG Wajib Berdayakan UMKM Lokal
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.