Fakta Nasional

Kejar Swasembada Gula dalam 2 Tahun, Kementan Alokasikan Rp9 Triliun dan Bongkar Tebu Ratoon

FAKTANASIONAL.NET — Pemerintah mempercepat langkah konkret untuk mewujudkan swasembada gula putih nasional dalam kurun waktu dua tahun. Target ambisius sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto ini dibarengi dengan strategi transformasi industri gula…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 24 July 2026 📖 2 menit
Kejar Swasembada Gula dalam 2 Tahun, Kementan Alokasikan Rp9 Triliun dan Bongkar Tebu Ratoon
Kementan menyiapkan alokasi anggaran Rp9 triliun untuk mendukung peremajaan tebu rakyat dan modernisasi industri demi mengejar target swasembada gula putih dalam dua tahun./Dok. Kementan
) -->

FAKTANASIONAL.NET — Pemerintah mempercepat langkah konkret untuk mewujudkan swasembada gula putih nasional dalam kurun waktu dua tahun.

Target ambisius sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto ini dibarengi dengan strategi transformasi industri gula nasional demi mengejar target produksi 3 juta ton pada 2029.

Langkah percepatan tersebut ditegaskan oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat memimpin Rapat Percepatan Swasembada Gula bersama jajaran manajemen PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) di Surabaya, Selasa (22/7/2026).

"Perintah Bapak Presiden jelas, swasembada gula putih paling lambat dua tahun. Karena itu tanaman ratoon yang sudah berumur 7 tahun, 12 tahun bahkan 15 tahun akan kita bongkar dan diremajakan. Anggarannya sudah kami siapkan," kata Mentan Amran.

Baca Juga: Kejar Swasembada Pangan, Kementan dan BRIN Sepakati Sinergi Riset Serta Hilirisasi Pertanian

Anggaran Rp9 Triliun dan Bebas Biaya Bagi Petani

Program pembongkaran tanaman tebu ratoon (keprasan tua) yang tidak lagi produktif menjadi kunci utama peningkatan hasil panen tebu nasional.

Kementan menargetkan revitalisasi sekitar 298 ribu hektare lahan tebu, di mana seluruh biaya peremajaan ditanggung penuh oleh pemerintah agar tidak membebani petani.

Guna menopang program tersebut, Kementan menyiapkan dukungan anggaran sektor perkebunan sebesar Rp9 triliun. Alokasi ini diperuntukkan bagi:

  • Penyediaan bibit unggul secara gratis.

  • Pembiayaan pengolahan lahan.

  • Pembangunan sistem irigasi pompa.

  • Penyediaan pupuk dan modernisasi alsintan (termasuk traktor bagi petani plasma).

  • Penerapan teknologi peningkat rendemen serta elektrifikasi pabrik gula.

Selain fokus pada kebun dan industri hulu, tata kelola hilir juga diperkuat lewat regulasi kemitraan petani-pabrik gula, optimalisasi Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) Gula, hingga pemanfaatan tetes tebu sebagai bahan baku bioetanol.

Mentan menegaskan potensi lahan di Sumatera, Jawa, Sulawesi, hingga Maluku akan dioptimalkan untuk perluasan areal tanam.

Apresiasi Kinerja SGN dan Perlindungan Bagi Petani

Dalam kesempatan yang sama, Mentan Amran mengapresiasi kinerja PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) yang berhasil melakukan turnaround bisnis secara signifikan dari rugi menjadi untung.

"Tahun lalu masih mengalami kerugian sekitar Rp600 miliar, tahun ini insya Allah sudah berbalik menjadi untung sekitar Rp600 miliar. Ini lompatan yang sangat baik, tetapi saya minta tahun depan harus lebih tinggi lagi. Targetnya minimal mencapai keuntungan Rp750 miliar," ujarnya.

Ia juga memberikan peringatan keras kepada pihak-pihak yang mencoba bermain curang dan merugikan para petani tebu di lapangan.

"Kalau ada yang mempermainkan hak dan kepentingan petani, tentu akan kami tindak. Program pemerintah harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani. Kalau mempermainkan nasib petani, akan berhadapan langsung dengan Menteri Pertanian," tegas Amran.

Melalui sinergi peremajaan tebu rakyat, modernisasi, dan penguatan regulasi ini, pemerintah optimistis ketergantungan impor gula dapat dipangkas sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani tebu nasional.

Baca Juga: Rampung Diverifikasi, Kementan Pastikan 39.861 Bibit Kelapa di Sulut Sehat dan Siap Salur ke Petani


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK