Kekayaan 3.795 Miliarder Dunia Tembus Rp264 Kuadriliun, Setara 1.154 Kali Anggaran MBG
FAKTANASIONAL.NET – Kekayaan kelompok miliarder dunia kembali menunjukkan betapa lebarnya konsentrasi harta di tingkat global. Berdasarkan Billionaire Census 2026 yang dirilis Altrata, sebanyak 3.795 miliarder menguasai total kekayaan mencapai USD15…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET – Kekayaan kelompok miliarder dunia kembali menunjukkan betapa lebarnya konsentrasi harta di tingkat global.
Berdasarkan Billionaire Census 2026 yang dirilis Altrata, sebanyak 3.795 miliarder menguasai total kekayaan mencapai USD15,1 triliun atau sekitar Rp264.325,5 triliun.
Angka tersebut menjadi semakin mencolok ketika dibandingkan dengan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia. Dengan anggaran MBG terbaru sebesar Rp229 triliun, total kekayaan para miliarder itu setara sekitar 1.154 kali anggaran MBG.
Dikutip dari SINDOnews, Kamis, 10 September 2026, kekayaan tersebut juga hampir separuh ukuran ekonomi Amerika Serikat yang tercatat USD32,5 triliun. Jika dibandingkan dengan gabungan Produk Domestik Bruto negara-negara G7 sebesar USD52,06 triliun, nilainya mencapai hampir 30 persen.
Jumlah miliarder tersebut sebenarnya sangat kecil dibandingkan populasi dunia yang telah melampaui 8 miliar jiwa. Mereka hanya sekitar 0,00005 persen populasi global, atau kira-kira satu orang dari setiap 2 juta penduduk.
Altrata mencatat populasi miliarder tumbuh 8,2 persen sepanjang 2025. Pertumbuhan itu menjadi yang tercepat dalam lima tahun terakhir. Namun, peningkatan kekayaan justru semakin terkonsentrasi pada kelompok ultra-kaya.
Saat ini terdapat 29 orang dengan kekayaan lebih dari USD50 miliar. Altrata menyebut mereka sebagai “superbillionaires”. Secara kolektif, kelompok ini menguasai USD4,1 triliun atau 27,2 persen dari seluruh kekayaan miliarder dunia.
Kondisi tersebut berubah drastis dibandingkan 2017. Kala itu, hanya 10 orang yang masuk kategori superbillionaire dan mereka menguasai 7,2 persen kekayaan seluruh miliarder.
Maeen Shaban, direktur riset dan analitik Altrata sekaligus salah satu penulis laporan, menyebut kecerdasan buatan (AI) sebagai salah satu faktor paling menonjol di balik lonjakan kekayaan tersebut.
Altrata mengidentifikasi 150 perusahaan publik yang menjadi sumber kekayaan bagi sebagian besar miliarder dunia. Perusahaan-perusahaan itu kemudian dibandingkan berdasarkan investasi signifikan terhadap AI sejak 2023.
Sejumlah nama seperti Elon Musk, Larry Page, Sergey Brin, Jeff Bezos, Larry Ellison, Mark Zuckerberg, Jensen Huang, dan Warren Buffett tercatat mendominasi jajaran orang dengan kekayaan terbesar.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.