Fakta Nasional

Kekhawatiran Terbantahkan, Global Bond Danantara Banjir Permintaan hingga US$4,6 Miliar

FAKTANASIONAL.NET — Langkah penggalangan dana internasional yang dilakukan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara berbuah manis. Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO BPI Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, melaporkan bahwa kepercayaan in…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 16 June 2026 📖 2 menit
Kekhawatiran Terbantahkan, Global Bond Danantara Banjir Permintaan hingga US$4,6 Miliar
Penerbitan obligasi global (global bond) Danantara sukses menyedot animo investor internasional dengan total permintaan mencapai US$4,6-miliar./Kepala BKPM Rosan P. Roeslani/net

FAKTANASIONAL.NET — Langkah penggalangan dana internasional yang dilakukan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara berbuah manis.

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO BPI Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, melaporkan bahwa kepercayaan investor global terhadap fundamental ekonomi Indonesia masih berada di level yang sangat tinggi.

Kepastian ini diperoleh setelah Danantara merampungkan rangkaian roadshow obligasi global (global bond) ke sejumlah pusat keuangan dunia, mulai dari Hong Kong, Inggris, Singapura, hingga Amerika Serikat.

"Setelah kami melakukan roadshow di beberapa negara itu dan kami sampaikan juga kebijakan-kebijakan policy dan investasi dari Danantara lakukan, alhamdulillah saya boleh laporkan responsnya itu sangat baik," ujar Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Kenaikan Target Nilai Pendanaan (Upsize)

Animo luar biasa dari para investor asing tecermin langsung dari lonjakan nilai pemesanan (oversubscribed). Rosan membeberkan bahwa target awal yang dipatok Danantara sebenarnya hanya sebesar US$1 miliar (sekitar Rp17,72 triliun dengan asumsi kurs Rp17.729 per dolar AS).

Namun, di luar dugaan, total permintaan yang masuk dari para pemburu dana kelolaan global melonjak hingga menyentuh US$4,6-miliar (sekitar Rp81,55 triliun).

"Melihat animo yang begitu tinggi, akhirnya kami upsize atau meningkatkan dari US$1-miliar menjadi US$1,5-miliar, yang di mana itu dibagi menjadi 5 tahun dan juga 10 tahun," papar Rosan.

Baca Juga: Target Rampung Akhir 2026, Danantara dan BP BUMN Bakal Pangkas 48 Anak Usaha Telkom

Patahkan Skeptisisme Pasar

Keberhasilan ini sekaligus mematahkan keraguan banyak pihak terkait ketepatan waktu (timing) penerbitan obligasi. Pasalnya, saat roadshow digelar, pasar modal domestik tengah mengalami tren penurunan dan mata uang Rupiah sedang berada di bawah tekanan.

"Memang waktu itu banyak mempertanyakan timing-nya juga," imbuhnya.

Namun, realitas di lapangan justru berbicara sebaliknya. Tingginya angka permintaan serta raihan tingkat pengembalian (yield) yang relatif rendah menjadi bukti sahih bahwa posisi Indonesia di mata investor internasional tidak goyah.

Rosan juga membantah keras anggapan miring bahwa Indonesia mulai sepi peminat investasi. Baginya, data statistik dari hasil penjualan obligasi global ini otomatis menggugurkan narasi negatif tersebut.

Proses administrasi dari aksi korporasi internasional ini pun dipastikan berjalan tanpa hambatan. Seluruh dana segar dari investor tersebut dijadwalkan segera mengalir masuk ke kas negara dalam waktu dekat.

"Ini real. Kenapa? Karena Tanggal 11 kemarin kita sudah signing, dan tanggal 18 ini akan masuk ke dalam rekening Danantara," pungkas Rosan.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK