Kekuatan Lokal untuk Gizi Anak Sekolah: Kisah Sukses SPPG Demulih di Bali
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Di Desa Demulih, Bangli, Bali, sebuah inovasi penting dalam penyediaan pangan telah diterapkan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Program ini secara efektif menggunakan produk lokal—mulai dari beras, sayur,…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Di Desa Demulih, Bangli, Bali, sebuah inovasi penting dalam penyediaan pangan telah diterapkan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Program ini secara efektif menggunakan produk lokal—mulai dari beras, sayur, hingga telur segar dari peternak rumahan—untuk menu harian anak sekolah dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). SPPG Demulih membuktikan bahwa rantai pasok lokal tidak hanya menjamin gizi, tetapi juga keberlanjutan ekonomi desa.
Proses pemilihan bahan pangan di SPPG Demulih sangat ketat, menjamin hanya produk dengan kesegaran dan kualitas terbaik yang digunakan. Standar tinggi ini mendorong petani lokal untuk meningkatkan kualitas panen mereka. Kepala Biro Hukum dan Humas Badan Gizi Nasional (BGN), Khairul Hidayati, menyebutkan bahwa hal ini adalah bentuk penghargaan atas kerja keras petani, sekaligus upaya kolektif dalam membangun kesehatan anak-anak, 14 Desember 2025.
Meningkatkan Kapasitas UMKM Lokal
Kolaborasi dengan SPPG Demulih telah membuka peluang baru bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Banyak ibu rumah tangga kini terlibat aktif dalam memproduksi bahan olahan pendamping, seperti tempe segar dan bumbu siap pakai. Peningkatan pendapatan dan keterampilan ini secara langsung memberdayakan perempuan di desa dan menumbuhkan rasa percaya diri.
Model Berbasis Komunitas yang Efisien
Model ini memastikan bahwa perputaran uang tetap berada di dalam desa, menciptakan ekosistem ekonomi yang saling menghidupi. Petani menjual dengan harga yang wajar, UMKM tumbuh, dan masyarakat memiliki peran aktif dalam memastikan kualitas pangan. Pendekatan berbasis komunitas ini, seperti ditekankan oleh Hidayati, menghasilkan anak-anak yang sehat dan desa yang lebih sejahtera secara bersama-sama.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.