Fakta Nasional

Keluarga Jurnalis Hilang di Anak Krakatau Desak Tim SAR Periksa Pulau Sertung

FAKTANASIONAL.NET - Keluarga jurnalis yang hilang kontak saat meliput Gunung Anak Krakatau meminta Tim SAR memeriksa Pulau Sertung. Dugaan tersebut muncul setelah adanya informasi mengenai kemungkinan rombongan turun di pulau yang berada di sekitar…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 10 September 2026 📖 2 menit
Keluarga Jurnalis Hilang di Anak Krakatau Desak Tim SAR Periksa Pulau Sertung
Speed Boat Hilang Kontak di Selat Sunda, 8 Orang Termasuk 5 Jurnalis Masih Dicari Tim SAR/Pixabay

FAKTANASIONAL.NET - Keluarga jurnalis yang hilang kontak saat meliput Gunung Anak Krakatau meminta Tim SAR memeriksa Pulau Sertung.

Dugaan tersebut muncul setelah adanya informasi mengenai kemungkinan rombongan turun di pulau yang berada di sekitar kawasan Anak Krakatau.

Permintaan itu disampaikan Desi Purnama, istri jurnalis ANTARA M Bagus Khoirunnas, saat berada di Pos SAR Nasional di Pantai Marina Carita, Pandeglang, Banten, Rabu, 9 September 2026. Dikutip dari detikcom, Desi menyampaikan informasi tersebut kepada Gubernur Banten Andra Soni.

Desi mengatakan salah satu pemandu dalam rombongan, Heriyanto, sempat mengirim foto ke grup aplikasi pesan pada Senin, 7 September 2026 sekitar pukul 18.13 WIB. Dalam foto tersebut terlihat Gunung Anak Krakatau dengan asap putih mengepul.

Ia memperkirakan foto itu diambil dari sekitar Pulau Sertung. Desi juga mengungkapkan bahwa suaminya sempat membicarakan kemungkinan turun ke pulau tersebut bersama rekannya.

"Sempat ngomong juga, 'Bisa nggak turun di Sertung?'," kata Desi kepada Andra.

Menurut Desi, rekannya yang disebut Bang Yandi sempat memberikan pertimbangan agar rombongan tidak turun apabila kondisi tidak memungkinkan.

"Nah, Bang Yandi ini ngasih rekomendasi, 'Kalau memang nggak memungkinkan, nggak usah turun.' Tapi kan kita nggak tahu, Pak, mereka di sana kayak gimana. Mereka turun atau nggak, kita nggak tahu," ujarnya.

Pulau Sertung, Pulau Rakata, dan Krakatoa diketahui berada dalam radius 3 kilometer dari kawah Gunung Anak Krakatau. Kawasan tersebut harus dihindari karena gunung berada pada Level III atau Siaga.

Desi berharap Sertung tetap dapat diperiksa. Namun, ia mendapat informasi bahwa Tim SAR belum memungkinkan untuk turun ke pulau tersebut.

"Tapi informasinya kan nggak bisa, Pak, turun di Sertung. Itu gimana, Pak? Nggak memungkinkan katanya," ucapnya.

Andra kemudian meminta Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) Banten, Al Amrad, menindaklanjuti informasi tersebut.

"Sampai ke situ (Rakata), Pak. Sampai ke situ, hanya karena pas kondisi itu sudah mau malam, terus anggota saya balik. Balik karena... karena memang kondisi angin kan masih, asap tebal," kata Amrad.

Sebanyak delapan orang hilang kontak setelah berlayar menuju kawasan Gunung Anak Krakatau pada Senin, 7 September 2026. Mereka terdiri dari lima jurnalis, yakni M Bagus Khoirunnas, Ari Basuki, Yudistiro Pranoto, Firman Daus, dan Donal Husni, serta Warta sebagai kapten speedboat, Sukarman sebagai ABK, dan Heriyanto sebagai pemandu.

Rombongan berangkat dari Carita, Pandeglang, untuk melakukan peliputan Gunung Anak Krakatau.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK