Fakta Nasional

Kemendag Ingatkan Pentingnya Pasar Tradisional Tetap Eksis dan Berkembang

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI mengingatkan akan pentingnya pasar tradisional tetap eksis dan berkembang di tengah moderenisasi ekonomi. Hal ini sampaikan Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting Ditjen…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Zul Jamba Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 25 October 2024 📖 2 menit
Kemendag Ingatkan Pentingnya Pasar Tradisional Tetap Eksis dan Berkembang
Kegiata FGD yang digelar DPP IKAPPI yang diselenggarakan di Jakarta, Kamis (24/10/2024)/dok. ikappi
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI mengingatkan akan pentingnya pasar tradisional tetap eksis dan berkembang di tengah moderenisasi ekonomi.

Hal ini sampaikan Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting Ditjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) di Jakarta, Kamis (24/10/2024).

Dalam diskusi yang bertemakan “Penguatan Ekonomi Kerakyatan di Pasar Tradisional” tersebut, Bambang Wisnubroto menegaskan pentingnya pasar tradisional tetap eksis dan berkembang di tengah modernisasi ekonomi.

Dalam paparannya, Ia menyoroti peran pasar tradisional sebagai salah satu pilar utama ekonomi kerakyatan yang mampu memberikan akses ekonomi bagi masyarakat kecil dan menengah.

“Pasar tradisional harus terus eksis sebagai bagian dari ekonomi kerakyatan. Pemerintah daerah harus memberikan ruang untuk pasar tradisional di lokasi-lokasi strategis, dan penting untuk tidak mencampurkan mini market dengan pasar tradisional. Hal tersebut dapat menciptakan distorsi pasar yang merugikan pedagang kecil,” kata Bambang.

Dikesempatan tersebut, Bambang juga menekankan pentingnya sinergi antara IKAPPI dan pemerintah, terutama dalam mendukung program-program pembangunan yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Ia berharap, melalui kolaborasi yang baik, IKAPPI dapat berperan aktif dalam menyukseskan kebijakan pemerintah, khususnya terkait pemberdayaan pasar tradisional dan penguatan ekonomi kerakyatan.

Sedangkan Direktur Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan Badan Pangan Nasional, Maino Dwi Hartono, dalam diskusi tersebut menekankan pentingnya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di pasar tradisional sebagai langkah utama untuk memperkuat ekonomi kerakyatan.

Maino menjelaskan bahwa stabilitas harga dan ketersediaan pasokan pangan di pasar tradisional sangat berperan dalam menjaga daya beli masyarakat. Menurutnya, pasar tradisional harus tetap menjadi garda terdepan dalam distribusi bahan pangan pokok.

“Stabilitas pangan bukan hanya soal harga yang terjangkau, tetapi juga tentang ketersediaan yang merata di seluruh daerah. Pasar tradisional punya peran strategis dalam menjaga akses pangan bagi masyarakat luas,” ujar Maino.

Maino juga menyoroti tantangan yang dihadapi pemerintah dalam menjaga kestabilan harga di tengah fluktuasi harga global dan tantangan distribusi di daerah-daerah terpencil.

Ia menegaskan bahwa pemerintah, melalui koordinasi pusat dan daerah, terus berupaya menjaga agar pasokan bahan pangan tetap stabil dan harga tidak mengalami lonjakan yang merugikan konsumen maupun pedagang kecil.

Lebih lanjut, Maino berharap ada sinergi lebih kuat antara pemerintah dan IKAPPI untuk menjaga kestabilan pasar tradisional di tengah persaingan dengan ritel modern.

“Perlu ada kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah dan IKAPPI dalam memastikan pedagang pasar tradisional tetap bisa bersaing dan tidak kalah dengan ritel modern,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda mengungkapkan bahwa Provinsi Jawa Timur merupakan provinsi dengan jumlah pasar paling banyak namun pertumbuhannya justru minus.

"Bedasarkan data dari Pondes, pertumbuhan ekonomi sangat fluktuatif dalam kurun waktu 2011-2023. Sedangkan Provinsi Jawa Timur merupakan provinsi dengan jumlah pasar paling banyak namun pertumbuhannya justru minus," ungkapnya.[zul]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK