Fakta Nasional

Kemenhub Kejar Target 10.524 KM Rel Kereta, Jumlah Penumpang Naik Jadi 550 Juta

FAKTANASIONAL.NET – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus mengakselerasi perluasan jaringan kereta api nasional demi memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus menekan biaya logistik nasional. Proyek strategis ini diarahkan untuk menghadirkan…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 13 June 2026 📖 2 menit
Kemenhub Kejar Target 10.524 KM Rel Kereta, Jumlah Penumpang Naik Jadi 550 Juta
Kementerian Perhubungan berkomitmen memperluas jaringan rel aktif nasional dari 6.927 kilometer menuju target 10.524 kilometer untuk mendukung mobilitas 550 juta penumpang serta memperkuat efisiensi rantai pasok logistik nasional./Dok. Ist
) -->

FAKTANASIONAL.NET – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus mengakselerasi perluasan jaringan kereta api nasional demi memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus menekan biaya logistik nasional.

Proyek strategis ini diarahkan untuk menghadirkan moda transportasi massal yang aman, andal, serta ramah lingkungan di berbagai pulau besar Indonesia.

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menjelaskan bahwa penguatan infrastruktur rel ini memiliki dampak ganda bagi perekonomian.

Selain mempermudah pergerakan masyarakat, perluasan jalur kereta api menjadi instrumen penting untuk mengurangi beban angkutan di jalan raya yang kerap memicu kemacetan dan mempercepat kerusakan jalan.

“Pengembangan jaringan kereta api nasional bukan sekadar pembangunan infrastruktur transportasi, tetapi juga upaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui aksesibilitas yang lebih baik, biaya logistik yang lebih efisien, serta peluang ekonomi yang semakin terbuka di berbagai daerah,” ujar Dudy Purwagandhi dalam keterangan resminya, Jumat (12/6).

Respons publik terhadap peningkatan layanan rel ini tercatat sangat positif. Kemenhub mencatatkan pertumbuhan jumlah penumpang sebesar 8,8 persen, di mana angka keterangkutan melonjak dari 500,5 juta penumpang pada tahun 2024 menjadi hampir 550 juta penumpang pada akhir tahun 2025.

Pemetaan Karakteristik Jalur di Luar Jawa

Hingga saat ini, total panjang jaringan kereta api aktif di Indonesia telah menyentuh angka 6.927 kilometer yang membentang di Jawa, Sumatera, Sulawesi, hingga Papua.

Dalam rencana jangka panjang, Kemenhub membidik target ambisius untuk memperluas total panjang rel hingga mencapai 10.524 kilometer, termasuk mengintegrasikannya dengan jaringan komuter perkotaan.

Baca Juga: Menuntut Tanggung Jawab Korlantas Polri, KAI, KAI Commuter, dan Kemenhub

Strategi pembangunan akan disesuaikan dengan keunggulan komoditas dan karakteristik wilayah masing-masing daerah. Untuk wilayah Sumatera, prioritas diarahkan pada penguatan angkutan barang dan konektivitas warga melalui megaproyek Trans Sumatera.

Sementara di Kalimantan, Sulawesi, dan Papua, pembangunan rel difokuskan untuk memperlancar distribusi komoditas unggulan daerah, salah satunya melanjutkan proyek Kereta Api Makassar-Parepare.

Khusus untuk Pulau Jawa, fokus utama Kemenhub bergeser pada peningkatan kapasitas komuter kota, elektrifikasi jalur, serta ekspansi jaringan kereta api semi cepat dan kereta cepat. Pemerintah juga mulai melirik potensi non-penumpang untuk mendongkrak pendapatan sektor ini.

"Kami menyampaikan Pengembangan Kereta logistik dan Kereta Wisata, termasuk Pengembangan Jaringan Perkeretaapian Pulau Sumatera. Kereta logistik diarahkan untuk memperkuat efisiensi distribusi barang dan mendukung penurunan beban jalan raya, sedangkan kereta wisata dapat membuka nilai tambah ekonomi di berbagai daerah," jelas Menhub Dudy.

Insentif Khusus Gerbong Petani dan Pedagang Lintas Daerah

Salah satu program kerakyatan yang diklaim mendapat sambutan hangat di lapangan adalah penyediaan pelayanan gerbong kereta khusus bagi para petani dan pedagang kecil.

Layanan angkutan logistik murah ini sudah beroperasi secara aktif di koridor Lebak, Garut, Cilacap, Yogyakarta, Solo, Semarang, Blitar, Jember, hingga Banyuwangi.

Dudy meyakini penguatan konektivitas yang menghubungkan pelabuhan, bandara, kawasan industri, pertanian, dan destinasi wisata ini akan mempercepat pemerataan pembangunan.

Guna mempercepat target bentangan rel baru, Kemenhub membuka pintu kerja sama yang luas bagi pemerintah daerah dan sektor swasta.

“Kami juga mendorong keterlibatan pemerintah daerah, badan usaha, operator, dan seluruh pemangku kepentingan agar pengembangan perkeretaapian nasional dapat berjalan lebih cepat, berkelanjutan, dan tetap mengedepankan aspek keselamatan sebagai prioritas utama,” pungkas Dudy.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK