Fakta Nasional

Kemenkes Catat 40.363 Balita Terserang ISPA Akibat Kabut Asap Karhutla

FAKTANASIONAL.NET - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat 40.363 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada anak usia balita akibat dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Angka tersebut merupakan bagian dari total 174.694…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 13 October 2026 📖 2 menit
Kemenkes Catat 40.363 Balita Terserang ISPA Akibat Kabut Asap Karhutla
Kemenkes Catat 40.363 Balita Terserang ISPA Akibat Kabut Asap Karhutla/Instagram
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat 40.363 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada anak usia balita akibat dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Angka tersebut merupakan bagian dari total 174.694 kasus ISPA yang tercatat di tujuh provinsi prioritas penanganan karhutla.

Data tersebut mencakup periode 18 Agustus hingga 21 September 2026. Kasus yang melibatkan balita menjadi bagian penting dari laporan tersebut karena menunjukkan besarnya jumlah anak usia dini yang mengalami gangguan pernapasan di tengah dampak kabut asap, dilansir redaksi pada 13 Oktober 2026.

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan menjadi persoalan yang berdampak pada kesehatan masyarakat di sejumlah wilayah. Dalam periode pendataan tersebut, kasus ISPA tercatat di beberapa provinsi yang masuk dalam prioritas penanganan karhutla.

Kemenkes mencatat total 174.694 kasus ISPA selama periode 18 Agustus sampai 21 September 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 40.363 kasus dialami oleh anak berusia di bawah lima tahun atau balita.

Tujuh provinsi menjadi wilayah yang masuk dalam data prioritas penanganan karhutla. Wilayah tersebut meliputi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.

Pencatatan di tujuh provinsi tersebut memberikan gambaran mengenai kasus gangguan pernapasan yang muncul selama periode dampak kabut asap karhutla. Jumlah kasus pada balita juga menjadi bagian dari keseluruhan kasus ISPA yang dilaporkan dalam rentang waktu tersebut.

Data ini mencakup kasus yang tercatat di seluruh wilayah prioritas tersebut, bukan hanya di satu provinsi tertentu. Karena itu, angka 174.694 kasus merupakan akumulasi laporan dari tujuh provinsi yang menjadi fokus penanganan karhutla.

Berdasarkan data per 21 September 2026, mayoritas pasien ISPA yang tercatat telah dinyatakan sembuh. Meski demikian, masih terdapat 4.533 kasus aktif yang tercatat pada tanggal tersebut.

Angka kasus aktif itu menunjukkan bahwa penanganan gangguan pernapasan akibat dampak kabut asap masih menjadi bagian dari persoalan kesehatan di wilayah terdampak.

Sementara itu, jumlah 40.363 kasus ISPA pada balita tetap menjadi bagian dari total kasus yang dihimpun selama periode pendataan. Data tersebut mencakup kondisi di tujuh provinsi prioritas penanganan karhutla.

Kemenkes mencatat perkembangan kasus hingga 21 September 2026 sebagai bagian dari pemantauan kondisi kesehatan masyarakat di tengah dampak kebakaran hutan dan lahan. Seluruh angka tersebut merujuk pada periode dan wilayah yang tercantum dalam data penanganan karhutla.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK