Kemenkop dan MUI Teken MoU: Perkuat Ekonomi Umat Lewat Koperasi Desa Merah Putih
FAKTANASIONAL.NET – Kementerian Koperasi (Kemenkop) resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk memperkuat ekonomi umat. Kerja sama ini dikukuhkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang memposisikan ko…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET – Kementerian Koperasi (Kemenkop) resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk memperkuat ekonomi umat.
Kerja sama ini dikukuhkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang memposisikan koperasi sebagai instrumen utama pembangunan ekonomi berbasis kerakyatan dari level desa.
Menteri Koperasi (Menkop), Fery Juliantono, menegaskan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih merupakan program strategis nasional yang dirancang untuk menjawab persoalan ekonomi di tingkat akar rumput.
"Program Kopdes/Kel Merah Putih ini adalah pengejawantahan dari Asta Cita Bapak Presiden yaitu membangun dari desa dan dari bawah. Ketika kita melakukan itu banyak ditemui masalah yang sifatnya mendasar sehingga ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan yang harus diselesaikan melalui koperasi," ujar Fery dalam sambutannya di Kantor Pusat MUI, Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Mendorong Umat Islam Miliki Pabrik Sendiri
Fery menekankan pentingnya peran MUI, yang menaungi 87 ormas Islam, dalam menggerakkan potensi ekonomi riil.
Ia berharap kolaborasi ini memicu semangat dakwah ekonomi agar umat tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen.
"Kami berharap MUI semakin memperkuat dakwah ekonominya dan terus mendorong agar umat Islam bisa punya pabrik sendiri. Kita punya kekuatan dan sumber daya yang sangat besar sehingga ini menjadi momentum kita semua untuk masuk di sektor riil,” tegasnya.
Kopdes sebagai Offtaker Produk Lokal
Salah satu poin krusial dalam kerja sama ini adalah peran Kopdes Merah Putih sebagai penjamin pasar (offtaker) bagi produk-produk UMKM di bawah naungan ormas Islam.
Gerai-gerai Kopdes yang kini tengah dipercepat pembangunannya akan memprioritaskan distribusi produk lokal yang telah dikurasi oleh Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB).
Fery menjamin bahwa produk hasil karya masyarakat tidak akan kesulitan menembus pasar karena pemerintah telah menyiapkan ruang pamer utama di setiap gerai.
"Kami akan prioritaskan produk lokal apalagi yang diproduksi oleh Ormas Islam setelah dikurasi dan diinkubasi oleh LPDB dapat didistribusikan melalui gerai-gerai Kopdes. Jadi jangan takut untuk tidak terserap, kita akan tempatkan produknya di rak paling depan," ucap Fery.
Membangun Ekonomi Inklusif
Kemenkop, MUI, bersama Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) berkomitmen memastikan bantuan pemerintah pusat dapat tersalurkan tepat sasaran melalui lembaga koperasi.
Menkop menyadari bahwa tugas membangun koperasi dari tingkat desa bukanlah perkara mudah, sehingga dukungan ulama dan pengurus pusat MUI sangat menentukan keberhasilan program ini.
"Mudah-mudahan ini menjadi langkah kita bersama, mohon dukungannya karena tugas membangun Koperasi Desa ini tidak ringan dan semoga koperasi ini bisa bermanfaat sebesar - besarnya bagi masyarakat," pungkasnya.
Acara tersebut dihadiri oleh jajaran petinggi Kemenkop termasuk Sesmenkop Ahmad Zabadi, serta pimpinan MUI seperti Sekjen Buya Dr. Amirsyah Tambunan dan Wakil Ketua Umum M. Cholil Nafis.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.