Fakta Nasional

Kemenpar Mitigasi Dampak Perang Teluk: Potensi Kehilangan Devisa Rp2,04 Triliun

FAKTANASIONAL.NET – Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana memaparkan strategi penguatan sektor pariwisata nasional di tengah tekanan geopolitik global akibat konflik Amerika Serikat-Israel melawan Iran. Dalam rapat kerja bersama Komis…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 01 April 2026 📖 2 menit
) -->

FAKTANASIONAL.NET – Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana memaparkan strategi penguatan sektor pariwisata nasional di tengah tekanan geopolitik global akibat konflik Amerika Serikat-Israel melawan Iran.

Dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI, Rabu (1/4/2026), Menpar mengakui adanya tantangan berat terhadap target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman).

Dampak Nyata Konflik Global

Ketegangan di wilayah Teluk telah memberikan dampak langsung pada aksesibilitas menuju Indonesia.

Penutupan wilayah udara Iran sepanjang 28 Februari hingga 28 Maret 2026 memicu gangguan signifikan, antara lain:

Baca Juga: Eskalasi Konflik: Serangan Israel di Lebanon Selatan Telan Korban

  • Pembatalan Penerbangan: Sekitar 770 penerbangan menuju Jakarta, Bali, dan Medan dibatalkan.

  • Penurunan Wisman: Potensi kehilangan sekitar 60 ribu wisatawan mancanegara.

  • Kerugian Ekonomi: Estimasi nilai devisa yang hilang mencapai Rp2,04 triliun.

  • Kenaikan Biaya: Lonjakan harga minyak dunia hingga lebih dari 52% memicu pembengkakan biaya transportasi dan tarif perjalanan internasional.

“Dinamika geopolitik global tentu memberikan tekanan terhadap sektor pariwisata. Namun kami terus melakukan langkah-langkah mitigasi agar target kinerja pariwisata nasional tetap terjaga,” ungkap Widiyanti di Komplek Parlemen, Senayan.

Strategi Pivot dan Program Prioritas 2026

Untuk mengejar target 16–17,6 juta kunjungan wisman pada tahun 2026, Kemenpar menyiapkan langkah-langkah strategis:

1. Reorientasi Pasar (Pivot) Pemerintah akan mengalihkan fokus promosi ke pasar yang lebih stabil, yakni kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur, serta memperkuat kerja sama dengan maskapai penerbangan.

2. Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan Fokus utama tahun ini adalah penguatan keselamatan wisata melalui sertifikasi pemandu, penyusunan pedoman destinasi, dan pemetaan kawasan rawan bencana.

3. Pengembangan Desa Wisata & Digitalisasi

  • Pendampingan dan sertifikasi untuk lebih dari 6.200 desa wisata.

  • Melanjutkan program unggulan: Wonderful Indonesia Gastronomi, Wellness, dan Event by Indonesia.

  • Implementasi Digitalisasi Tourism 5.0.

Dorong Wisata Nusantara

Selain menyasar pasar luar negeri, Kemenpar juga mengandalkan pergerakan wisatawan domestik sebagai bantalan ekonomi.

Optimalisasi event lintas batas (cross-border) dan promosi wisata nusantara secara masif dilakukan untuk menjaga tingkat kunjungan di berbagai destinasi daerah.

Dengan mitigasi yang terukur, Menpar optimis sektor pariwisata tetap menjadi pilar solid ekonomi masyarakat meskipun di tengah ketidakpastian situasi keamanan dunia.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK