Kementan Targetkan 75.000 Hektare Sawah Baru di Kalteng: Menuju Swasembada Pangan Nasional!
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Pada Rabu, 19 Maret 2025, Kementerian Pertanian (Kementan) tengah menggencarkan program cetak sawah di Kalimantan Tengah dengan target perluasan lahan hingga mencapai 75.000 hektare. Program ambisius ini diluncurkan untu…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Pada Rabu, 19 Maret 2025, Kementerian Pertanian (Kementan) tengah menggencarkan program cetak sawah di Kalimantan Tengah dengan target perluasan lahan hingga mencapai 75.000 hektare.
Program ambisius ini diluncurkan untuk meningkatkan produksi beras nasional sekaligus mendongkrak perekonomian petani di daerah tersebut.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman menggelar kunjungan kerja di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dalam rangka mengikuti Rapat Koordinasi Luas Tambah Tanam dan Sosialisasi Inpres Nomor 3 Tahun 2025 tentang Pendayagunaan Penyuluh Pertanian.
Menurut Amran, Kalimantan Tengah memiliki potensi besar untuk mengoptimalkan program cetak sawah dan lahan Oplah guna mencapai swasembada pangan.
Dalam kesempatan tersebut, Amran Sulaiman menyampaikan bahwa dengan target 75.000 hektare sawah baru, provinsi tersebut diproyeksikan dapat menghasilkan hingga 1 juta ton beras.
Lokasi perluasan cetak sawah mencakup enam kabupaten, yaitu Kabupaten Kapuas, Pulang Pisau, Kotawaringin Timur, Barito Utara, Seruyan, dan Lamandau. Data sementara Kementan menunjukkan bahwa total lahan yang sudah menandatangani kontrak mencapai 63.222 hektare, dengan tambahan 7.541 hektare dalam proses kontrak dan 4.273 hektare dalam persiapan.
Kalimantan Tengah merupakan daerah yang strategis untuk pengembangan lahan pertanian. Kabupaten Kapuas menyumbang lahan terluas sebesar 40.779 hektare, diikuti oleh Pulang Pisau dan daerah lainnya.
Program cetak sawah diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi beras lokal, tetapi juga menyediakan suplai bagi provinsi lain yang membutuhkan. Dengan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga petugas penyuluhan pertanian, diharapkan program ini dapat direalisasikan dengan optimal.
Selain itu, peningkatan teknologi dan metode pertanian modern juga turut diintegrasikan dalam program ini guna meningkatkan produktivitas.
Menteri Amran Sulaiman berharap program cetak sawah di Kalteng dapat berjalan dengan baik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani. Namun, tantangan tetap ada, seperti kesiapan infrastruktur dan koordinasi antar lembaga terkait.
Dalam rapat koordinasi, Amran menekankan agar para penyuluh pertanian meningkatkan kinerja mereka agar target swasembada pangan nasional dapat tercapai.
Jika pelaksanaan program di Kalimantan Tengah tidak optimal, pemerintah siap memindahkan fokus ke daerah lain yang potensial. Keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadikan Indonesia sebagai salah satu kekuatan pangan dunia.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.