Fakta Nasional

Kementerian UMKM Genjot Rasio Kewirausahaan Nasional dari 3,1% ke 3,2% pada 2025

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menargetkan peningkatan rasio kewirausahaan nasional dari 3,1% menjadi 3,2% pada tahun 2025. Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, menyampaikan hal ini saat pidato peringata…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 11 June 2025 📖 1 menit
Kementerian UMKM Genjot Rasio Kewirausahaan Nasional dari 3,1% ke 3,2% pada 2025
Optimalisasi UMKM Indonesia/(ilustrasi/@pixabay)
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menargetkan peningkatan rasio kewirausahaan nasional dari 3,1% menjadi 3,2% pada tahun 2025.

Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, menyampaikan hal ini saat pidato peringatan Hari Kewirausahaan Nasional di Gedung SMESCO, Jakarta Selatan, Selasa (10/6/2025).

Upaya ini sejalan dengan visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8%.

Menurut Maman, program akselerasi akan meliputi pelatihan keterampilan wirausaha, pendampingan usaha, serta perluasan akses pasar domestik dan ekspor. “Rasio kewirausahaan kita saat ini sekitar 3,1%, dan targetnya kita genjot menjadi 3,2%. Ini sedang kami akselerasi,” ujarnya.

Kementerian UMKM akan memanfaatkan balai latihan kerja (BLK) yang dikelola Kementerian Ketenagakerjaan sebagai pusat pengembangan kapasitas wirausaha.

Setiap peserta akan mendapatkan modul bisnis, manajemen keuangan, hingga digital marketing.

Selain itu, pendampingan berkelanjutan oleh mentor dari kalangan praktisi dan akademisi diharapkan bisa mempercepat transformasi usaha mikro menjadi kecil atau menengah.

Untuk memperluas jangkauan pasar, program e-katalog nasional dan platfom e-commerce lokal akan difasilitasi, termasuk dukungan pameran dagang online.

Pada sisi pembiayaan, skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan skema pembiayaan syariah akan ditingkatkan porsinya bagi pelaku yang terlibat program akselerasi.

Program ini dirancang untuk menjembatani gap modal dan memperkuat cash flow pelaku UMKM.

Dalam kesempatan sama, Ketua Umum BPP HIPMI, Akbar Himawan Buchari, menyoroti pentingnya dukungan lebih bagi pengusaha menengah. Ia menilai program saat ini masih terlalu terpusat pada usaha mikro dan kecil.

“Perlu afirmasi bagi pengusaha menengah agar mereka bisa tumbuh berkelanjutan dan berkontribusi lebih besar pada ekonomi nasional,” tegasnya.

Peringatan Hari Kewirausahaan Nasional 10 Juni ini juga menjadi momentum untuk membangun sinergi antara pemerintah, pelaku UMKM, dan organisasi pengusaha.

Dengan target rasio kewirausahaan 3,6% pada 2029, langkah kolaboratif ini diharapkan mampu melahirkan lebih banyak wirausahawan sukses yang menjadi tulang punggung perekonomian.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK