Fakta Nasional

Kemnaker Bidik 100 Ribu Peserta Magang di 2026, Menaker: Wajib Kantongi Sertifikasi Kompetensi

FAKTANASIONAL.NET – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersiap menggebrak pasar kerja tahun 2026 dengan kembali membuka Program Magang Nasional Batch Keempat pada semester pertama tahun ini. Tak main-main, pemerintah mematok target ambisius seba…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: admin Editor: Redaksi 📍 Nasional Sunday, 22 February 2026 📖 2 menit
Kemnaker Bidik 100 Ribu Peserta Magang di 2026, Menaker: Wajib Kantongi Sertifikasi Kompetensi
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli melakukan kunjungan ke Transmedia untuk mengecek perkembangan program magang nasional, Jumat (20/2/2026). (Dok. Website/ CNBC Indonesia)

FAKTANASIONAL.NET – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersiap menggebrak pasar kerja tahun 2026 dengan kembali membuka Program Magang Nasional Batch Keempat pada semester pertama tahun ini.

Tak main-main, pemerintah mematok target ambisius sebanyak 100.000 peserta dengan standar kelulusan yang lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan bahwa program ini bukan lagi sekadar rutinitas penempatan kerja sementara, melainkan instrumen krusial untuk menciptakan tenaga kerja yang memiliki daya saing global.

Poin utama yang ditekankan dalam batch kali ini adalah penguatan legalitas keahlian peserta. Yassierli menginstruksikan jajaran eselon 1 Kemnaker untuk mewajibkan perusahaan dan instansi mitra menyediakan sertifikasi kompetensi, bukan hanya sertifikat keterangan magang.

Baca Juga: Anggaran Pendidikan 2026: Makan Bergizi Gratis Tidak Memotong Jatah Guru

"Saya sudah minta kepada penanggung jawab magang... untuk mengimbau perusahaan, lembaga, atau kementerian tempat magang untuk memfasilitasi sertifikasi kompetensi buat peserta magang. Jadi kita berharap setiap peserta magang itu nanti mereka tidak hanya mendapatkan sertifikat magang, tetapi juga mendapatkan sertifikasi kompetensi," terang Yassierli saat meninjau program magang di Transmedia, Jakarta, Jumat (20/2/2026).

Langkah ini diambil agar para lulusan magang memiliki "senjata" yang lebih kuat saat masuk ke dunia kerja profesional, karena kompetensi mereka telah diakui secara resmi oleh lembaga terkait.

Program magang nasional ini dipandang sebagai solusi jembatan (bridge) bagi lulusan perguruan tinggi agar tidak kaget dengan dinamika industri. Menaker optimis bahwa keterlibatan sektor swasta yang lebih luas akan memperbesar peluang serapan tenaga kerja.

"Hal ini semakin meyakinkan bahwa program pemagangan menjadi instrumen penting dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan berdaya saing untuk jangka panjang," tambahnya.

Kepada para peserta yang akan bergabung pada semester I-2026 nanti, Menaker menitipkan pesan agar mereka benar-benar menyerap ilmu di lapangan.

"Alhamdulillah kita melihat bagaimana antusiasme yang luar biasa dari peserta magang, mereka belajar banyak hal yang baru. Kita berharap itu menjadi suatu kompetensi baru buat mereka untuk persiapan mereka bisa bekerja. Bagi pemagang, manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, ambil pengalamannya," ujar Yassierli.

Meskipun tanggal pasti pendaftaran batch keempat belum dirilis, Kemnaker memastikan persiapan administratif dan koordinasi dengan mitra pemberi magang terus dikebut guna mengejar target 100.000 peserta tersebut.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK